Lengkap! Doa Nisfu Syaban: Arab, Latin, & Terjemahan Biar Makin Khusyuk
Jakarta - Malam Nisfu Syaban itu spesial banget buat umat Muslim. Kenapa? Karena malam ini adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Banyak ulama bilang, di malam pertengahan bulan Syaban ini, doa-doa kita punya potensi besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Nah, buat kamu yang mau memaksimalkan ibadah di malam Nisfu Syaban, salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca doa. Doa Nisfu Syaban ini banyak banget versinya, dan semuanya bagus untuk kita amalkan.
Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2025 dari Kementerian Agama RI, 1 Syaban 1446 H itu jatuhnya tanggal 31 Januari 2025. Jadi, malam Nisfu Syaban, yang tanggal 15 Syaban, itu dimulai sejak Kamis malam, 13 Februari 2025, setelah Maghrib. Yuk, mulai malam ini kita perbanyak doa!
Kumpulan Doa Nisfu Syaban: Arab, Latin dan Arti¶
Biar ibadah kita makin khusyuk, ini dia beberapa kumpulan doa Nisfu Syaban yang bisa kamu amalkan. Doa-doa ini dirangkum dari berbagai sumber kitab dan buku agama Islam, seperti Terjemah dan Fadhilah Majmu’ Syarif karya Ustaz Rusdianto, Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriah susunan Siti Zamratus Sa’adah, dan buku Keagungan Rajab & Sya’ban tulisan Abdul Manan bin Haji Muhammad Sobar. Lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya, biar makin mudah dipahami dan dihafalkan.
1. Doa Nisfu Syaban Versi Pertama¶
Doa ini adalah salah satu versi doa Nisfu Syaban yang paling sering dibaca. Isinya penuh pujian kepada Allah dan permohonan ampunan serta keberkahan.
Arab:
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْنَ
اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَىٰ لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُوْ اللّٰهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Latin:
Allāhumma yā dzal manni walā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in‘ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wajāral mustajīrīna, wama’manal khā’ifīn.
Allāhumma in kunta katabtanā ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a au mahrūmīna au muqattarīna ‘alaynā fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatanā, wahirmānanā waqtitāra rizqinā, waktubnā ‘indaka su‘adā’a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali ‘ala lisāni nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā’u wa yutsbitu wa ‘indahu ummul kitāb.” Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.
Arti:
“Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.
Tuhanku, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezeki kami.
Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Allah bersholawat dan bersalam atas Sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”
Doa ini mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran Allah sebagai Dzal Manni, Yang Maha Pemberi, dan Dzal Jalali wal Ikram, Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan. Kita memohon kepada Allah agar menghapus catatan kesengsaraan dan kemiskinan kita di Lauh Mahfuzh, dan menggantinya dengan kebahagiaan, rezeki yang luas, dan kemampuan untuk selalu berbuat baik. Intinya, doa ini adalah ungkapan harapan kita untuk menjadi hamba yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah.
2. Doa Nisfu Syaban Versi Kedua¶
Versi kedua ini lebih singkat, namun tetap memiliki makna yang dalam. Doa ini fokus pada permohonan agar Allah menetapkan kita sebagai golongan orang-orang yang bahagia.
Arab:
اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَ اسْمِيْ شَقِيًّا فِيْ دِيْوَانِ الْأَشْقِيَاءِ فَاَمْحُ وَاكْتُبْنِيْ السُّعَدَاءِ وَإِنْ كُنْتَ اسْمِيْ سَعِيْدًا فِيْ دِيْوَانِ السُّعَدَاءِ فَاَثْبِتْهُ فَإِنَّكَ قُلْتَ فِيْ كِتَابِكَ الْكَرِيْمِ يَمْحُوْ اللّٰهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
Latin:
Allahumma in kunta katabta ismii syaqiyyan fii diiwaanil asyqiyaa-i famhu waktubnii as-su’adaa-i wa in kunta ismii sa’iidan fii diiwaanis su’adaa-i fatsbithu fa innaka qulta fii kitaabikal kariimi yamhuu allaahu maa yasyaa-u wa yutsbit wa ‘indahu ummul kitaabi
Arti:
“Ya Allah, jika Engkau telah mencatat namaku orang yang sengsara di tempat orang-orang yang sengsara maka hapuskanlah dan catatlah namaku di tempat orang-orang yang berbahagia. Jika Engkau telah mencatat namaku sebagai orang yang bahagia pada catatan orang-orang yang bahagia, maka tetapkanlah. Maka sesungguhnya Engkau telah berfirman di dalam kitab-Mu yang dimuliakan: Allah menghapus apa-apa yang Dia kehendaki dan Allah menetapkan (apa-apa yang Dia kehendaki) dan di sisi-Nya ada kitab yang pokok.”
Doa ini mengajarkan kita untuk selalu optimis dan berharap kepada Allah. Kita mengakui bahwa segala takdir ada di tangan Allah, dan kita memohon agar Allah mengubah takdir buruk menjadi takdir yang baik. Penting untuk diingat, doa ini bukan berarti kita pasrah tanpa usaha, tapi justru menjadi motivasi untuk terus berikhtiar dan mendekatkan diri kepada Allah.
3. Doa Nisfu Syaban Versi Ketiga¶
Versi ketiga ini lebih pendek lagi, tapi penuh dengan pujian dan pengagungan kepada Allah SWT. Doa ini cocok dibaca saat kita ingin mengungkapkan rasa syukur dan kekaguman atas kebesaran Allah.
Arab:
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيْعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ
Latin:
Allahumma inni as-aluka bi-anna lakal hamda, laa ilaha illa anta al-mannaan badii’us samaawaati wal ardh, yaa dzal jalali wal ikram, yaa hayyu yaa qayyum
Arti:
“Ya Allah aku memohon kepada-Mu dengan bahwa segala puji bagi-Mu; Tiada Tuhan selain Engkau Sang Maha Pemberi, Sang Pencipta langit dan bumi, wahai Sang Pemilik keagungan dan kedermawanan, wahai Sang Maha Hidup dan Maha Mandiri.”
Doa ini adalah bentuk tawasul atau mendekatkan diri kepada Allah dengan menyebut nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang mulia. Kita memuji Allah sebagai Al-Mannan, Yang Maha Pemberi, Badi’us Samawati wal Ardh, Pencipta Langit dan Bumi, Dzal Jalali wal Ikram, Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan, Al-Hayyu, Yang Maha Hidup, dan Al-Qayyum, Yang Maha Mandiri. Dengan memuji Allah, kita berharap doa kita lebih didengar dan dikabulkan.
4. Doa Nisfu Syaban Versi Keempat¶
Doa keempat ini sangat singkat dan mudah dihafalkan. Fokus utama doa ini adalah memohon ampunan kepada Allah, karena Allah adalah Al-‘Afuww, Yang Maha Pemaaf.
Arab:
اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِيْ الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Latin:
Allaahumma innaka ‘afuwwung-tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii. Allaahumma innii asalukal ‘afwa wal ‘aafiyata wal mu’aafaataddi imati fiddunyaa wal aakhiroh.
Arti:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah, Engkau suka memaafkan maka maafkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf, afiyah, dan keselamatan yang terus-menerus dalam agama, dunia serta akhirat.”
Doa ini sangat penting karena kita semua adalah manusia yang tidak luput dari dosa dan kesalahan. Memohon ampunan adalah kunci untuk membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Selain memohon ampunan, doa ini juga memohon afiyah (kesehatan dan keselamatan) dan mu’afat (perlindungan terus-menerus) dalam agama, dunia, dan akhirat. Doa yang komprehensif untuk kebaikan kita di dunia dan akhirat.
5. Doa Nisfu Syaban Versi Kelima¶
Versi kelima ini lebih panjang dan berisi permohonan yang lebih detail. Doa ini sangat indah karena menyebutkan Nabi Muhammad SAW dan keluarganya sebagai mashabihul hikmah (lampu-lampu hikmah) dan mawalin ni’mah (tuan-tuan nikmat).
Arab:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَىٰ غِرَّةٍ وَلَا عَلَىٰ غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَىٰ، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَىٰ أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذٰلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Latin:
Allāhumma shalli ‘alā Muhammadin wa ālihi, Mashābihil hikmati wa mawālin ni‘mati, wa ma‘ādinil ‘ishmati, wa‘shimni bihim min kulli sū-in, wa lā ta’khudznī ‘alā ghirratin wa lā ‘ala ghaflatin, wa lā taj‘al ‘awāqiba amri hasratan wa nadāmatan, wardla ‘annī, fainna maghfirataka lidh dhālimin, wa anā minadh dhālimīna, allāhumma ighfir lī mā lā yadlurruka, wa a‘thinī mā lā yanfa‘uka, fainnaka al-wāsi‘atu rahmatuhu, al-badī‘atu hikmatuhu, fa a‘thini as-sa‘ata wad da‘ata, wal-amna wash-shihhata wasy-syukra wal-mu‘āfata wattaqwa, wa afrighiash-shabra wash-shidqa ‘alayya, wa ‘alā auliyāi fīka, wa a‘thinī al-yusra, walā taj‘al ma‘ahu al-‘usra, wa a‘imma bi dzālika ahlī wa waladī wa ikhwanī fīka, wa man waladanī minal muslimīna wal muslimāti wal mu’minīna wal mu’mināti.
Arti:
“Ya Allah limpahkan rahmat ta’dhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya ampunanMu untuk orang-orang zhalim dan aku termasuk dari mereka, ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikanMu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepadaMu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan. Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anaku, saudar-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukiminin dan mukminat.”
Doa ini sangat kaya dengan permohonan kebaikan dunia dan akhirat. Kita memohon perlindungan dari keburukan, ampunan atas dosa, kelapangan rezeki, kesehatan, keamanan, ketenangan, syukur, ketakwaan, kesabaran, kejujuran, kemudahan, dan kebaikan untuk keluarga dan seluruh umat Muslim. Doa yang sangat lengkap dan mencakup berbagai aspek kehidupan.
6. Doa Nisfu Syaban Versi Keenam¶
Versi keenam ini fokus pada pengakuan kelemahan diri di hadapan Allah dan permohonan agar Allah menerima taubat dan mengabulkan hajat kita.
Arab:
اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَانِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ، وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤْلِيْ، وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ، وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّىٰ أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيْبُنِيْ إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِيْ، وَرَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ.
Latin:
Allahumma innaka ta’lamu sirrii wa ‘alaaniyati faqbal ma’dzirati, wata’lamu haajatii fa’thainii suaa-li, wata’lamu maa fii nafsii faghfir lii dzambii. Allahumma innii as-aluka imaanan yubasyiru qalbii wa yaqiinan shaadiqan hattaa a’lamu annahu laa yushiibunii illaa maa katabta lii waraddani biqadhaa-ik.
Arti:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang tampak dariku, maka terimalah permohonanku. Engkau mengetahui kebutuhanku, maka berilah aku apa yang aku pinta. Engkau mengetahui apa yang ada dalam jiwaku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu iman yang menenteramkan hatiku dan keyakinan yang tulus hingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku sesuatu kecuali yang telah Engkau tetapkan bagiku, dan jadikanlah aku ridha terhadap ketentuan-Mu.”
Doa ini mengajarkan kita untuk jujur dan rendah hati di hadapan Allah. Kita mengakui bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu tentang diri kita, baik yang tersembunyi maupun yang tampak. Kita memohon agar Allah menerima permohonan maaf kita, mengabulkan hajat kita, mengampuni dosa-dosa kita, memberikan iman yang kokoh, keyakinan yang benar, dan keridhaan terhadap takdir-Nya. Doa yang sangat menyentuh hati dan meningkatkan keimanan.
7. Doa Nisfu Syaban Versi Ketujuh¶
Versi terakhir ini adalah doa yang cukup panjang dan indah. Doa ini berisi permohonan agar Allah mencurahkan rahmat dan ampunan-Nya di malam Nisfu Syaban, serta memohon berbagai kebaikan dunia dan akhirat.
Arab:
اَللّٰهُمَّ إِذْ اَطَّلَعْتَ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ عَلَىٰ خَلْقِكَ، فَجُدْ عَلَيْنَا بِمَنِّكَ وَعِتْقِكَ، وَقَدِّرْ لَنَا مِنْ فَضْلِكَ، وَوَسِّعْ رِزْقَكَ، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَقُوْمُ لَكَ فِيْهَا بِبَعْضِ حَقِّكَ. اَللّٰهُمَّ مَنْ قَضَيْتَ فِيْهَا بِوَفَاتِهِ فَاَقْضِ مَعَ ذٰلِكَ رَحْمَتَكَ، وَمَنْ قَدَّرْتَ طُوْلَ حَيَاتِهِ فَاجْعَلْ مَعَ ذٰلِكَ نِعْمَتَكَ، وَبَلِّغْنَا مَا لَا تَبْلُغُ الْآمَالُ إِلَيْهِ يَا خَيْرَ مَنْ وَقَفَتِ الْأَقْدَامُ بَيْنَ يَدَيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللّٰهُ تَعَالَىٰ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Latin:
Allahummaidzath-la’talailatan nishfi min sya’baana ‘alaa khalqika, fa’ud ‘alainaa bimannika wa ‘itqika, wa qaddir lanaa min fadhlika, wa wassi’ rizqaka, waj’alnaa mimman yaquumu laka fiihaa biba’dhi haqqika. Allahumma man qadhaitafiihaa biwafaatihi faqdhi ma’a dzaalika rahmataka, wa man qaddarta thuula hayaatihi faj’al ma’a dzaalika ni’mataka, wa ballighnaa maalaatablughulaamaaluilaihiyaakhaira man waqafatil aqdaamu baina yadaihi yaa rabbal ‘aalamiina, birahmatikayaa arhamar raahimiina. Wa shallallahu ta’aalaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin khairi khalqihi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iina.
Arti:
“Ya Allah, jika Engkau telah memunculkan malam Nisfu Syaban pada makhluk-Mu maka curahkan atas kami anugerah dan pembebasan-Mu (dari neraka), takdirkanlah untuk kami kebaikan dari keutamaan-Mu, perluaslah curahan rezeki-Mu untuk kami, jadikanlah kami di malam itu termasuk orang yang bangkit melaksanakan hak-Mu. Ya Allah, orang yang Engkau tentukan takdirnya di malam itu dengan kematiannya, maka bersamakanlah dengan rahmat-Mu, dan orang yang Engkau takdirkan berumur panjang maka jadikanlah rahmat-Mu bersamanya, dan sampaikanlah kami pada tujuan mulia yang tidak tercapai oleh angan-angan, wahai sebaik-baik Dzat yang bersimpuh di hadapan-Nya semua telapak kaki, wahai Tuhan sekalian alam, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Paling Pengasih. Semoga sholawat Allah tercurah pada junjungan kami Nabi Muhammad, sebaik-baik makhluk, dan atas keluarga serta sahabat kesemuanya.”
Doa ini memohon agar Allah mencurahkan mann (anugerah) dan itq (pembebasan dari neraka) di malam Nisfu Syaban. Kita juga memohon kebaikan, rezeki yang luas, dan kemampuan untuk beribadah dengan baik di malam tersebut. Selain itu, kita memohon rahmat bagi yang wafat dan nikmat bagi yang panjang umur, serta memohon agar Allah menyampaikan kita pada tujuan mulia yang melebihi harapan kita. Doa yang penuh harapan dan permohonan kebaikan di dunia dan akhirat.
Itulah beberapa kumpulan doa Nisfu Syaban yang bisa kamu baca dan amalkan. Semoga dengan membaca doa-doa ini, ibadah kita di malam Nisfu Syaban semakin khusyuk dan bermakna. Jangan lupa, selain berdoa, perbanyak juga amalan lainnya seperti membaca Al-Quran, berdzikir, dan bersedekah.
Yuk, manfaatkan malam Nisfu Syaban ini sebaik mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita dan mengabulkan doa-doa kita. Aamiin.
Gimana? Doa mana nih yang paling kamu suka? Atau kamu punya doa Nisfu Syaban versi lain? Coba sharing di kolom komentar ya!
Posting Komentar