Sidang Tahunan MPR: Jokowi Sampaikan Pidato Kenegaraan HUT Ke-79 RI di Senayan

Table of Contents

Sidang Tahunan MPR

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi, Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang terhormat Bapak Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin beserta Ibu Wury Estu Ma’ruf Amin, para pimpinan MPR, DPR, DPD, Lembaga-Lembaga Negara, para mantan Wakil Presiden seperti Bapak Try Sutrisno dan Bapak Jusuf Kalla, Ibu Soraya Hamzah Haz, para Duta Besar negara sahabat, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, KaBIN, dan para Ketua Umum Partai Politik. Bapak, Ibu, Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, para hadirin dan undangan yang saya muliakan.

10 Tahun Mengemban Amanah: Sebuah Perjalanan Panjang

Tahun ini terasa spesial banget, karena genap 10 tahun saya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Nggak terasa ya, waktu cepat berlalu. Begitu juga dengan Bapak K.H. Ma’ruf Amin yang sudah 5 tahun mendampingi saya sebagai Wakil Presiden. Ini adalah tanggung jawab besar, amanah yang luar biasa yang nggak pernah kami sangka sebelumnya. Jujur, ini semua di luar ekspektasi kami.

Sejak awal menerima amanah ini, saya sadar betul jalan yang akan dilalui nggak akan mulus. Pasti banyak tantangan, banyak gelombang yang harus dihadapi. Tapi, saya juga punya keyakinan kuat, saya nggak sendirian. Ada cita-cita dan harapan masyarakat yang menjadi penyemangat. Dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia selalu mengiringi dan menguatkan langkah saya. Senyum, sapa, dan doa dari Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara semua adalah sumber energi yang tak ternilai.

Hari ini, di tanggal 16 Agustus 2024, momen terakhir saya dan Bapak K.H. Ma’ruf Amin berdiri di podium terhormat ini, izinkan kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia di manapun berada. Selama 10 tahun ini, kita sudah bersama-sama melewati berbagai tantangan, selangkah demi selangkah menapaki jalan perubahan, hingga akhirnya kita sampai di titik ini. Titik yang bisa jadi landasan kuat untuk meraih kemajuan yang lebih besar di masa depan.

Fondasi dan Peradaban Baru: Membangun Indonesia dari Pinggiran

Alhamdulillah, selama 10 tahun ini, kita berhasil membangun fondasi dan peradaban baru. Kita mengusung pembangunan yang Indonesiasentris, membangun dari pinggiran, dari desa, dari daerah-daerah terluar. Ini bukan cuma slogan, tapi benar-benar kita wujudkan. Hasilnya nyata!

Bayangkan saja, kita sudah bangun 366 ribu kilometer jalan desa. Itu panjang banget, bisa muter bumi berapa kali ya? Selain itu, ada 1,9 juta meter jembatan desa, 2.700 kilometer jalan tol baru yang bikin perjalanan antar kota makin cepat, 6.000 kilometer jalan nasional, 50 pelabuhan dan bandara baru untuk konektivitas yang lebih baik, 43 bendungan baru untuk irigasi dan pengendalian banjir, dan 1,1 juta hektare jaringan irigasi baru untuk pertanian yang lebih produktif.

Dampak Nyata Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur ini bukan sekadar membangun fisik. Dampaknya luas banget. Kita berhasil menurunkan biaya logistik dari 24 persen jadi 14 persen di tahun 2023. Ini artinya, harga barang-barang kebutuhan pokok bisa lebih murah, daya saing produk kita juga meningkat. Buktinya, peringkat daya saing kita naik dari 44 menjadi 27 di tahun 2024! Keren kan?

Yang lebih penting lagi, pembangunan ini memperkuat persatuan bangsa. Akses yang lebih merata dan berkeadilan membuat kita merasa semakin terhubung sebagai satu Indonesia. Kita jadi nggak merasa ada yang tertinggal.

Ketangguhan bangsa kita juga teruji. Kita berhasil melewati pandemi COVID-19, menghadapi perubahan iklim yang ekstrem, dan gejolak geopolitik dunia yang semakin memanas. Nggak mudah lho, tapi kita bisa!

Ekonomi Kuat, Rakyat Sejahtera: Capaian Ekonomi yang Membanggakan

Patut disyukuri, Indonesia termasuk sedikit negara yang ekonominya pulih lebih cepat dan terus bertumbuh di tengah situasi global yang penuh tantangan. Pertumbuhan ekonomi kita stabil di kisaran 5 persen. Banyak negara lain yang ekonominya melambat, bahkan kontraksi, tapi kita tetap positif. Bahkan, wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku justru tumbuh di atas 6 persen, dan Maluku Utara pecah rekor dengan pertumbuhan di atas 20 persen! Luar biasa!

Inflasi juga berhasil kita kendalikan di kisaran 2-3 persen. Padahal, di banyak negara lain, inflasi meroket, bahkan ada yang sampai lebih dari 200 persen! Angka kemiskinan ekstrem juga turun drastis dari 6,1 persen menjadi 0,8 persen di tahun 2024. Target kita memang nol persen, dan kita terus berupaya untuk mencapainya. Stunting juga berhasil kita tekan dari 37 persen menjadi 21,5 persen di tahun 2023. Tingkat pengangguran juga turun dari 5,7 persen menjadi 4,8 persen di tahun 2024. Ini semua menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi kita on the right track.

Program Perlindungan Sosial: Menyentuh Masyarakat Lapisan Bawah

Pemerintah juga nggak lupa sama masyarakat ekonomi bawah. Program perlindungan sosial kita terus berjalan dan memberikan manfaat yang luas.

  • Kartu Indonesia Sehat (KIS): Anggaran Rp361 triliun selama 10 tahun sudah digunakan untuk membiayai layanan kesehatan lebih dari 92 juta peserta JKN per tahunnya. Dari bayi sampai lansia, semua dapat akses kesehatan yang layak.
  • Kartu Indonesia Pintar (KIP): Anggaran Rp113 triliun selama 10 tahun untuk pendidikan lebih dari 20 juta siswa per tahun. Dari SD sampai SMK, semua punya kesempatan untuk sekolah.
  • Program Keluarga Harapan (PKH): Anggaran Rp225 triliun selama 10 tahun untuk meningkatkan ekonomi sekitar 10 juta keluarga kurang mampu per tahunnya. Bantuan ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan modal usaha kecil.
  • Program Pra Kerja: Anggaran Rp60,3 triliun selama 5 tahun untuk menambah keahlian 18,8 juta pekerja. Program ini penting banget untuk meningkatkan skill dan daya saing tenaga kerja kita.

Ini semua adalah pembangunan yang kita cita-citakan bersama. Pembangunan yang merata, menyentuh semua lapisan masyarakat, memberikan dampak positif yang luas, dan membuka peluang untuk tumbuh bersama.

Hilirisasi Industri: Meningkatkan Nilai Tambah Sumber Daya Alam

Kita juga ambil langkah besar untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah sumber daya alam kita. Kita nggak mau lagi cuma jadi negara pengekspor bahan mentah. Kita harus olah sendiri di dalam negeri!

Meskipun banyak negara lain yang menggugat, menentang, bahkan berusaha menggagalkan kebijakan hilirisasi ini, kita nggak gentar! Sebagai bangsa yang berdaulat, bangsa yang besar, kita terus maju melangkah. Kita mulai dari nikel, bauksit, dan tembaga, dan akan kita lanjutkan dengan timah, serta sektor potensial lainnya seperti perkebunan, pertanian, dan kelautan.

Alhamdulillah, sampai saat ini sudah terbangun smelter dan industri pengolahan untuk nikel, bauksit, dan tembaga. Ini membuka lebih dari 200 ribu lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan negara lebih dari Rp158 triliun selama 8 tahun terakhir. Bayangkan, potensi ke depan akan jauh lebih besar lagi!

Kita ingin kekayaan alam negeri ini, anugerah dari Allah SWT, dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, dimanfaatkan semaksimalnya untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, kita juga berhasil mengambil kembali aset-aset strategis kita yang selama puluhan tahun dikelola pihak asing, seperti Freeport, Blok Rokan, dan Newmont. Alhamdulillah, semua sudah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Ekonomi Hijau dan Digitalisasi: Menyongsong Masa Depan

Di tengah dunia yang mulai beralih ke ekonomi hijau, Indonesia juga nggak mau ketinggalan. Kita punya potensi energi hijau yang sangat besar, sekitar 3.600 GW! Mulai dari energi air, angin, matahari, panas bumi, gelombang laut, sampai bioenergi.

Kita terus konsisten mengambil bagian dalam transisi energi dunia secara hati-hati dan bertahap. Transisi energi yang kita inginkan adalah transisi yang berkeadilan, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat. Kita nggak mau transisi energi justru membebani rakyat kecil.

Di sektor teknologi dan digitalisasi, kita juga patut bersyukur. Untuk pertama kalinya, kita punya INA Digital. Ini adalah digitalisasi layanan pemerintah yang terintegrasi untuk mempercepat dan mempermudah layanan bagi masyarakat. Urusan administrasi, perizinan, semua jadi lebih cepat dan efisien.

Cakupan elektrifikasi terus kita perluas hingga mencapai 99 persen di tahun 2024. Hampir seluruh pelosok negeri sudah teraliri listrik. Cakupan internet juga terus ditingkatkan hingga 79 persen di tahun 2024. Ini adalah ekosistem yang baik untuk mendorong digitalisasi UMKM dan pengembangan start up Indonesia. Kita berharap akan lahir semakin banyak entrepreneur muda yang berkualitas di negeri ini.

Dukungan produk dalam negeri juga jadi perhatian khusus. Kita prioritaskan belanja APBN, APBD, dan BUMN untuk produk-produk dalam negeri. Kita ingin apa yang berasal dari rakyat, kembali ke rakyat, dan bermanfaat maksimal untuk rakyat. Bangga buatan Indonesia!

Reformasi Hukum: Menuju Hukum yang Modern dan Berkeadilan

Di bidang hukum, kita juga patut bersyukur. Setelah 79 tahun merdeka, akhirnya kita punya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru. Ini adalah upaya modernisasi hukum Indonesia. Kita juga punya UU Cipta Kerja yang merevisi 80 UU dan 1.200 pasal. Tujuannya untuk menderegulasi peraturan yang tumpang tindih, biar birokrasi nggak ribet dan investasi makin lancar.

Kita juga sudah punya UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) untuk memberikan perlindungan yang nyata dan kuat, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Hukum harus hadir untuk melindungi semua warga negara.

Apresiasi untuk Lembaga Negara: Kekuatan Bersama Membangun Bangsa

Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian sebangsa dan setanah air, semua capaian ini adalah hasil kerja keras kita bersama. Ini adalah fondasi besar yang kita bangun bersama. Ini adalah bukti bahwa persatuan, kerukunan, kerja keras, dan gotong royong kita bisa membawa Indonesia melompat lebih tinggi lagi.

Oleh karena itu, saya sangat menghargai dan mengapresiasi dukungan serta kerja sama seluruh Lembaga Negara dalam menopang kemajuan Indonesia.

  • MPR RI: Berperan aktif memperkokoh ideologi negara, memperdalam rencana penyusunan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN), dan menjaga silaturahmi antar tokoh bangsa.
  • DPR RI: Menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Merumuskan RAPBN 2025 untuk suksesi transisi pemerintahan, menyelesaikan banyak undang-undang strategis seperti UU IKN, UU DKJ, UU ITE, UU ASN, dan UU KIA.
  • DPD RI: Mengawal kemandirian daerah otonom, menginisiasi rancangan legislasi, melakukan pengawasan pelaksanaan UU dan Perda, serta memberi perhatian khusus terkait agraria dan pangan.
  • BPK RI: Mengawasi penggunaan anggaran negara, memperkokoh kepercayaan dan kepemimpinan Indonesia di dunia internasional melalui keaktifan dalam organisasi dan forum internasional.
  • Mahkamah Konstitusi RI: Menangani lebih dari 202 perkara pengujian UU dan mengadili sengketa Pemilu.
  • Mahkamah Agung RI beserta lembaga peradilan di bawahnya: Mengadili dan melakukan penguatan restorative justice untuk menyelaraskan kepentingan korban dan pertanggungjawaban terdakwa tanpa melalui pemidanaan.
  • Komisi Yudisial RI: Berperan aktif mewujudkan hakim berintegritas dan berkualitas guna meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap institusi kehakiman.

Kerja sama dan sinergi antar lembaga negara ini sangat penting untuk kemajuan bangsa. Kita harus terus menjaga kekompakan dan gotong royong untuk mewujudkan Indonesia Maju.

Gimana menurut kalian pidato Bapak Presiden kali ini? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar