Yuk, Sambut Ramadhan! Ini 3 Khutbah Jumat Biar Makin Semangat Ibadah

Table of Contents

Yuk, Sambut Ramadhan! Ini 3 Khutbah Jumat Biar Makin Semangat Ibadah

Eh, nggak kerasa ya, Ramadhan sebentar lagi datang! Kurang dari seminggu lagi nih. Sebagai umat Muslim, pastinya kita harus siap-siap dong menyambut bulan suci ini dengan meningkatkan ibadah. Biar Ramadhan kita kali ini lebih bermakna dan penuh berkah. Nah, buat para khatib Jumat yang lagi cari bahan khutbah, pas banget nih! Ada 3 contoh khutbah Jumat yang temanya menyambut Ramadhan, biar jamaah makin semangat ibadahnya. Yuk, langsung aja kita simak!

1. Khutbah Jumat: Lima Persiapan Menyambut Ramadhan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahirobbil ‘alamin, washolatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya’i wal mursalin, wa ‘ala alihi wasohbihi ajma’in. Amma ba’du.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang mulia. Bulan yang selalu kita tunggu-tunggu kehadirannya. Ramadhan itu tamu istimewa, lho! Bayangin aja kalau kita kedatangan tamu agung ke rumah, pasti kita pengen nyambut dengan sebaik mungkin kan? Mulai dari makanan enak, rumah bersih, sampai penampilan juga harus oke. Nah, sama kayak Ramadhan, kita juga harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut tamu agung ini.

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Setidaknya ada lima persiapan penting yang perlu kita lakukan untuk menyambut bulan Ramadhan. Apa aja sih?

Persiapan Ruhiyyah

Persiapan yang pertama dan utama adalah persiapan ruhiyyah. Ini tentang hati kita, jiwa kita. Kita harus berusaha menjaga hati dari segala hal yang bisa merusak kesuciannya. Salah satu amalan penting dalam persiapan ruhiyyah ini adalah menjaga niat. Niat kita harus lurus, ikhlas hanya karena Allah SWT.

Coba deh kita renungkan, betapa banyak amalan yang kelihatannya kecil tapi pahalanya gede banget karena niatnya benar. Sebaliknya, ada juga amalan yang besar, tapi jadi nggak bernilai gara-gara niatnya salah. Ingat kaidah: “Rubba ‘amal shoghir tu’adzimuhunniyyah, wa rubba ‘amal kabir tushoghiruhunniyyah.” Artinya, bisa jadi amalan kecil jadi besar karena niat, dan bisa jadi amalan besar jadi kecil karena niat. Jadi, setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apapun, niatkan hanya untuk mencari ridha Allah. Menyingkirkan duri di jalan, memberi minum hewan, semua bisa jadi ibadah kalau niatnya benar.

Persiapan ‘Amaliyyah

Yang kedua adalah persiapan ‘amaliyyah, yaitu persiapan amalan. Kita perlu bikin rencana target ibadah selama Ramadhan. Misalnya, target khatam Al-Qur’an 30 juz, memberi makan 100 porsi untuk anak yatim, silaturahmi ke saudara, nggak bolong tarawih, atau melunasi hutang orang yang kesusahan.

Target-target ini penting banget sebagai panduan dan motivasi kita selama Ramadhan. Biar Ramadhan kita nggak berlalu sia-sia. Kita nggak pernah tahu apakah kita masih bisa ketemu Ramadhan berikutnya. Makanya, Ramadhan kali ini harus kita maksimalkan dengan merealisasikan target-target yang sudah kita buat jauh-jauh hari. Bikin daftar target dari sekarang yuk!

Persiapan ‘Ilmiyyah

Persiapan ketiga adalah ‘ilmiyyah, yaitu persiapan ilmu. Kita harus membekali diri dengan ilmu tentang Ramadhan sebanyak mungkin. Ilmu sebelum Ramadhan, ilmu saat Ramadhan, bahkan ilmu setelah Ramadhan. Kenapa penting? Karena ini menunjukkan bahwa kita benar-benar senang dan gembira menyambut Ramadhan. Kita nggak mau Ramadhan lewat begitu aja tanpa ilmu.

Dengan ilmu, setiap detik di Ramadhan jadi lebih bermakna dan indah. Contohnya, kita jadi tahu apa saja yang dianjurkan dan dilarang saat puasa, ibadah apa yang dianjurkan setelah Ramadhan, dan lain-lain. Dengan ilmu yang mantap, kita jadi semangat dan menikmati ibadah, juga semangat menjauhi larangan Allah SWT. Cari tahu lebih banyak tentang Ramadhan yuk, dari buku, internet, atau kajian-kajian agama.

Persiapan Maliyyah

Persiapan keempat adalah maliyyah, yaitu persiapan harta. Islam itu kaya banget dengan ibadah yang butuh harta. Ada infaq, haji, zakat fitrah yang khusus di bulan Ramadhan. Kalau kita nggak punya harta, gimana mau ibadah?

Makanya, dari sekarang kita harus persiapkan harta. Sisihkan sedikit demi sedikit rupiah yang kita punya untuk disalurkan selama Ramadhan kepada yang membutuhkan. Bisa lewat zakat, infaq, atau sedekah. Nggak perlu banyak-banyak, yang penting ikhlas dan rutin. Rezeki yang kita sisihkan untuk ibadah, Insya Allah justru akan dilipatgandakan oleh Allah.

Persiapan Jasadiyyah

Persiapan kelima adalah jasadiyyah, yaitu persiapan fisik. Kesehatan itu penting banget, apalagi di bulan Ramadhan kita akan banyak beribadah. Kita harus jaga kebugaran tubuh. Caranya gimana? Jaga pola makan yang baik, makan teratur dan sehat. Jaga pola tidur, jangan begadang terus. Perbanyak minum air putih, kurangi minuman manis. Jangan lupa olahraga, minimal 20-30 menit sehari.

Semua persiapan jasmani ini kita lakukan dengan niat ibadah kepada Allah. Harapannya, kita selalu dalam kondisi prima selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Badan sehat, ibadah pun jadi lebih semangat.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Inilah lima persiapan menyambut Ramadhan yang bisa kita lakukan dari sekarang. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik kita. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang didoakan malaikat Jibril dan diaminkan Nabi SAW sebagai orang yang rugi, yaitu orang yang ketemu Ramadhan tapi nggak diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Na’udzubillah min dzalik.

Barakallahu lii walakum fil qur’anil ‘adzim, wanafa’anii waiyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aqulu qouli hadzaa wastaghfirullahal ‘adzim lii walakum wa lisaa iril muslimiina min kulli dzanbin faastaghfiruh, innahu huwal ghafurur rahiim.

Khutbah Kedua

Alhamdulillahi robbil ‘alamin, washolatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya’i wal mursalin, wa ‘ala alihi wasohbihi ajma’in. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahula syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluh. Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in. Amma ba’du, fayaa ‘ibadallah, ushiikum wa iyyaaya bi taqwallah, faqod faazal muttaqun. Waqola ta’ala: yaa ayyuhalladzina amanuu ittaqullah haqqo tuqootihi wala tamuutunna illa wa antum muslimun.

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad kamaa shollaita ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim wabarik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad kamaa barokta ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim fil ‘alamina innaka hamiidun majiid.

Allahummaghfir lil muslimiina wal muslimaat, wal mu’miniina wal mu’minaat, al ahyaa i minhum wal amwaat, innaka samii’un qoriibun mujiibud da’awaat. Allahumma inna nas aluka salamatan fiddiin, wa ‘aafiyatan fil jasadi, wa ziyaadatan fil ‘ilmi, wa barokatan fir rizqi, wa taubatan qoblal maut, wa rohmatan ‘indal maut, wa maghfirotan ba’dal maut. Allahumma hawwin ‘alaina fii sakarootil maut wan najaata minan naari wal ‘afwa ‘indal hisaab. Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa min ladunka rohmah, innaka antal wahhaab. Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillahi robbil ‘alamin.

Oleh: Pendidik di PUTM Yogyakarta, Wayan Bagus Prastyo
Sumber: Suara Muhammadiyah

2. Khutbah Jumat: Jelang Ramadhan, Ketahui Makna dan Keutamaan Bulan Ramadhan

Jelang Ramadhan, Ketahui Makna dan Keutamaan Bulan Ramadhan

Alhamdulillahi robbil ‘alamin. Alqoilu fi kitabihil kariim: Yaaa ayyuhalladzina aamanuu kutiba ‘alaikumus shiyam kamaa kutiba ‘alalladzina min qoblikum la’allakum tattaquun. Wassholatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya i wal mursalin, nabiyyina Muhammadin shollallahu ‘alaihi wa sallam wa ‘ala alihi wa ashhabihi wa attabi’in. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahula syarikalah, wa asyhadu anna sayyidana Muhammadan ‘abduhu wa rosuluh, laa nabiyya ba’dah. Amma ba’du fayaa ayyuhal hadirun al muslimun. Ittaqullah haqqo tuqootihi wala tamuutunna illa wa antum muslimun.

Hadirin shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Kita semua tahu ya, bulan Ramadhan itu bulan yang agung dan penuh berkah. Di bulan ini, ampunan dan rahmat Allah gampang banget didapatkan. Bukankah kita semua pengen masuk surga dengan rahmat-Nya? Nah, Ramadhan ini salah satu jalannya.

Datangnya bulan Ramadhan juga mewajibkan seluruh umat Islam untuk berpuasa. Tujuannya apa? Biar kita jadi pribadi yang bertakwa. Ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS al-Baqarah: 183).

Tujuan puasa itu biar kita jadi orang bertakwa. Ini cara Allah ngajak kita buat meningkatkan kualitas takwa kita. Ibadah sehari-hari kayak shalat lima waktu, sedekah, berbuat baik, kayaknya belum cukup buat ningkatin takwa kita. Makanya, Allah nambahin jalan lain, yaitu puasa.

Memang sih, puasa bisa dilakukan kapan aja. Tapi, puasa di bulan Ramadhan itu punya keutamaan yang lebih dibanding puasa di bulan lain. Kenapa? Ya karena puasanya dilakukan di bulan Ramadhan. Artinya, ibadah puasa itu keutamaannya beda-beda, tergantung bulannya. Terus, kenapa ya puasa Ramadhan itu lebih tinggi nilainya di sisi Allah daripada puasa di bulan lain?

Hadirin shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertanyaan ini bisa kejawab kalau kita mulai dari tahu arti kata “Ramadhan”. Dalam kamus al-Mu’jam al-Wasith, Ramadhan itu asalnya dari kata رَمَضَ yang artinya “membakar”. Membakar di sini maksudnya melenyapkan, menghanguskan, bahkan meluluhlantakkan. Sifat membakar lainnya adalah meniadakan, menghabisi, dan menundukkan.

Dalam konteks Ramadhan, yang dibakar itu penyakit hati yang ada di diri kita masing-masing. Imam al-Ghazali udah jelasin panjang lebar tentang penyakit hati di kitabnya yang terkenal banget, Ihya Ulumuddin. Contoh penyakit hati itu ego, iri dengki, sombong, ujub, dan nafsu hewani. Penyakit-penyakit inilah yang harus kita tundukkan, bahkan dibakar habis selama Ramadhan.

Ibadah di bulan Ramadhan, kayak puasa, tarawih, ngaji Al-Qur’an, dan dzikir, tujuannya buat melenyapkan penyakit hati itu semua. Seolah-olah Allah pengen negasin bahwa penyakit hati itu bisa dilatih, dilunakkan, dan dihilangkan dengan banyakin ibadah di bulan Ramadhan. Karena penyakit hati itu sumber masalah, pemicu konflik sosial dan politik.

Imam al-Ghazali juga bilang, penyakit hati itu bisa nyerang siapa aja, termasuk ulama, pejabat, dan tokoh-tokoh lainnya. Penyakit hati emang nggak pandang bulu, dan cuma bisa dihilangkan dengan latihan terus menerus. Makanya, dengan ibadah dan ganjaran khusus di bulan Ramadhan, diharapkan bisa meluluhlantakkan penyakit hati di diri kita. Sesuai artinya, Ramadhan jadi momen pembakaran penyakit hati, dan pastinya juga dosa-dosa kita.

Hadirin shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Perlu ditegaskan ya, dosa di sini maksudnya dosa antara kita sama Allah. Dosa yang bisa dibakar lewat ibadah Ramadhan itu cuma dosa ke Allah. Kalau dosa sama manusia, ya harus minta maaf langsung sama orangnya. Tapi, Nabi Muhammad SAW pernah nyebutin satu ibadah yang spesifik bisa menghanguskan dosa-dosa, yaitu puasa. Dalam riwayat Bukhari-Muslim disebutkan:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan pahala maka dosa-dosanya di masa lalu akan diampuni.”

Hadits ini jelas banget bilang kalau puasa Ramadhan bisa menghapus dosa masa lalu. Syaratnya, puasanya harus karena iman dan berharap pahala dari Allah. Jadi, puasa Ramadhan itu bukan cuma ikut-ikutan orang, atau karena lagi tren di media sosial. Imam Muslim juga jelasin, dosa yang dihapus di sini itu dosa kecil aja, bukan dosa besar.

Kalau dosa besar, cara ngilanginnya bukan cuma ibadah aja, tapi harus tobat nasuha, mohon ampun dengan sungguh-sungguh. Masuk akal sih, karena kita semua pasti punya dosa kecil, sengaja atau nggak sengaja. Nah, buat menghapus dosa kecil itu, cukup dengan banyakin ibadah yang biasa kita lakuin. Apalagi kalau ibadahnya di bulan Ramadhan, peluang ampunan jadi lebih besar.

Hadirin shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Keutamaan Ramadhan juga diperkuat dengan hadits riwayat Bukhari Muslim:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya: “Apabila bulan Ramadhan tiba maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dikerangkeng.”

Hadits ini mau negasin betapa mulianya Ramadhan. Surga dibuka lebar-lebar, neraka ditutup rapat, setan-setan dirantai biar nggak ganggu kekhusyukan ibadah di bulan ini. Ibadah di Ramadhan akan memudahkan kita masuk surga, dan jalan ke neraka ditutup. Setan pun dikurung biar nggak goda kita ibadah.

Semoga kita semua dapat kemuliaan dan keberkahan Ramadhan ini. Biar nanti setelah Ramadhan selesai, kita jadi pribadi yang lebih bertakwa dan makin semangat ibadahnya.

Barakallahu lii walakum fil qur’anil ‘adzim, wanafa’anii waiyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aqulu qouli hadzaa wastaghfirullahal ‘adzim lii walakum wa lisaa iril muslimiina min kulli dzanbin faastaghfiruh, innahu huwal ghafurur rahiim.

Khutbah Kedua

Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Wassholatu wassalamu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sohbihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yaumil qiyamah. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahula syarikalah, wa asyhadu anna sayyidana Muhammadan ‘abduhu wa rosuluh, laa nabiyya ba’dah. Amma ba’du fayaa ayyuhal hadirun al muslimun. Ittaqullah haqqo tuqootihi wa’lamuu annallaha ma’alladzina ittaqou walladzina hum muhsinun. Qola ta’ala innallaha wa malaaikatahu yusholluuna ‘alan nabiyyi yaa ayyuhalladzina aamanuu sholluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa. Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad.

Allahummaghfir lil mu’miniina wal mu’minaat, wal muslimiina wal muslimaat, al ahyaa i minhum wal amwaat. Allahumma a’izzal islama wal muslimiin, wa adzillasy syirka wal musyrikiin. Allahumma adfa’ ‘annal balaa’ wal wabaa’ wal zalaazila wal mihana wa suu’al fitnati wal mihana maa zhoharo minhaa wa maa bathon ‘an baladinaa Indonesia khoosoh wa saa iril buldanil muslimiina ‘aammah yaa robbal ‘alamin. Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaabannaar. Robbanaa zholamnaa anfusanaa wa in lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khoosiriin. ‘Ibaadallah! Innallaha ya’murukum bil ‘adli wal ihsaani wa iitaa izzil qurbaa wa yanha ‘anil fahsyaa i wal munkari wal baghyi ya’idzukum la’allakum tadzakkaruun. Fadzkurullahal ‘adzim yadzkurkum wasykuruuhu ‘ala ni’amihi yazidkum waladzikrullahi akbar.

Oleh: Dosen Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat, Ustaz M Syarofuddin Firdaus
Sumber: Laman Nahdlatul Ulama (NU) Online

3. Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan dengan Gembira

Menyambut Ramadhan dengan Gembira

Alhamdulillahilladzi arsala rosulahu bil huda wa dinil haqqi liyudzhirohu ‘aladdini kullihi walau karihal musyrikun. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rosulullah. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in. Amma ba’du: fayaa ‘ibadallah, ushiikum wa iyyaya bi taqwallah, faqod faazal muttaqun. Waqola ta’ala yaa ayyuhalladzina amanuu ittaqullah haqqo tuqootihi wala tamuutunna illa wa antum muslimun. Shodaqallahul ‘adzim.

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang dengan rahmat dan hidayah-Nya kita bisa kumpul di masjid ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Yuk, kita buka hati dan pikiran kita lebar-lebar untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Bulan yang selalu dinanti-nantikan umat Islam sebagai momen untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan ibadah, dan memperbaiki diri.

Bulan Ramadhan itu bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup kita. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah (2): 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Maka barangsiapa di antara kamu menyaksikan (berada di) bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

Ayat ini jelas banget bilang kalau puasa Ramadhan itu wajib hukumnya buat setiap Muslim yang mampu. Puasa itu bukan cuma nahan lapar dan haus, tapi juga melatih kesabaran, mengendalikan diri, dan meningkatkan kualitas spiritual kita.

Ingat ya, perintah dan petunjuk Allah ini tujuannya biar kita bersyukur. Bersyukur itu bisa bikin kita bahagia dan gembira, lho! Bersyukur itu sikap mengakui, menghargai, dan menyadari semua nikmat dari Allah. Kalau kita bersyukur, kita jadi fokus sama hal-hal baik dalam hidup, dan itu bisa bikin kita bahagia dan gembira.

Bersyukur itu bantu kita ngubah fokus dari hal-hal negatif atau masalah ke hal-hal positif yang udah kita terima. Jadi kita bisa lihat sisi terang kehidupan. Dengan bersyukur, kita jadi lebih paham dan menghargai nikmat yang kita punya, kayak kesehatan, keluarga, pekerjaan, atau kesempatan hidup.

Orang yang bersyukur biasanya lebih puas sama apa yang mereka punya. Ini yang bikin mereka bahagia dan puas. Fokus sama hal positif dan bersyukur juga bisa ngurangin stres. Melihat sisi baik dalam setiap situasi bisa bikin hati kita tenang.

Bersyukur juga bisa mempererat hubungan sosial kita. Orang yang bersyukur biasanya lebih positif dan mau berbagi kebahagiaan sama orang lain. Kalau kita bersyukur, kita bisa menciptakan lingkungan yang positif di sekitar kita. Ini bisa nularin kegembiraan dan kebahagiaan ke orang lain.

Kebahagiaan sejati itu seringkali datang dari hati yang tenang dan hubungan yang baik sama Allah. Bersyukur kepada-Nya bukan cuma bawa kebahagiaan dunia, tapi juga kebahagiaan akhirat.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Rasulullah Muhammad SAW udah kasih kita pedoman praktis buat menjalani puasa Ramadhan. Ada hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang bilang:

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَٰلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

Artinya: “Apabila malam pertama bulan Ramadhan tiba, setan-setan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pun pintu neraka yang dibuka. Pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintu surga yang ditutup. Kemudian ada seruan (dari malaikat), ‘Wahai pencari kebaikan, datanglah! Wahai pencari keburukan, tahanlah dirimu!’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka pada setiap malam bulan Ramadhan.”

Ini momen yang super berharga! Kita punya kesempatan emas buat dapetin ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Selain puasa, kita juga dianjurkan buat ningkatin kualitas ibadah lainnya, kayak shalat malam, sedekah, baca Al-Qur’an, dan berdoa.

Yuk, kita sambut Ramadhan dengan hati bersih, niat tulus, dan tekad kuat buat jadi pribadi yang lebih baik. Semoga kita semua dikasih kekuatan buat menjalani puasa dengan ikhlas dan gembira.

Aqulu qouli hadzaa faastaghfirullah, innahu huwal ghafurur rahiim.

Khutbah Kedua

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, alladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa bi fadhlihi tatanazzalul khoirotu wal barokaat, wa bi taufiqihi tatahaqqoqul maqoshidu wal ghooyaat. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahula syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluh laa nabiyya ba’dah.

Allahumma sholli wa sallim wa barik ‘ala Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihil mujaahidiin ath-thohiriin. Amma ba’du, fayaa ayyuhal hadirun ushiikum wa iyyaaya bi taqwallahi wa thoo’atihi la’allakum tuflihuun. Yaa ayyuhalladzina amanuu ittaqullah haqqo tuqootihi wala tamuutunna illa wa antum muslimuun, wa tazawwaduu fa inna khoirozzaadit taqwaa.

Innallaha wa malaaikatahu yusholluuna ‘alan nabiyy, yaa ayyuhalladzina aamanuu sholluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kamaa shollaita ‘ala ibrohima wa ‘ala ali ibrohim, wa barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kamaa barokta ‘ala ibrohima wa ‘ala ali ibrohim innaka hamidum majiid.

Allahummaghfir lil muslimiina wal muslimaat, wal mu’miniina wal mu’minaat, al ahyaa i minhum wal amwaat, innaka samii’un qoriibun mujiibud da’awaat.

Allahummaghfir lanaa dzunuubanaa wa dzunuuba waalidaina warhamhuma kamaa robbayaanaa shighooroo.

Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillahi robbil ‘alamin.

Oleh: Anggota PRM Podosari Kesesi Pekalongan, Wahjudin
Sumber: Suara Muhammadiyah

Gimana? Udah dapet inspirasi buat khutbah Jumat menyambut Ramadhan? Semoga 3 contoh khutbah ini bisa bermanfaat ya!

Jangan lupa, bulan Ramadhan itu bulan yang spesial banget. Kita harus manfaatin sebaik mungkin buat meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri sama Allah. Yuk, sambut Ramadhan dengan hati gembira dan semangat membara!

Gimana persiapan Ramadhan kalian tahun ini? Cerita dong di kolom komentar! 😊

Posting Komentar