Lolos TKD BUMN 2025? Bocoran Soal & Kisi-Kisi Lengkap + Pembahasan!
Tes Kompetensi Dasar (TKD) itu gerbang pertama yang harus kamu lewati kalau pengen jadi bagian dari keluarga besar BUMN di Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) 2025. Setelah perjuangan di seleksi administrasi, TKD ini jadi tantangan berikutnya yang menentukan langkahmu. Nah, biar kamu nggak kaget dan lebih siap tempur, bocoran kisi-kisi dan contoh soal TKD BUMN 2025 ini bisa jadi senjata rahasiamu!
Menurut info resmi dari situs Rekrutmen Bersama BUMN, tes tahap 1 ini bakal digelar mulai minggu kedua April 2025. Pengumumannya sendiri dijadwalkan sekitar minggu kedua Mei 2025. Waktu yang nggak terlalu lama, kan? Makanya, yuk mulai gaspol persiapannya dari sekarang!
Contoh Soal TKD BUMN 2025¶
TKD ini sebenarnya tes buat ngukur seberapa paham kamu sama pengetahuan dasar. Mulai dari kemampuan logika, verbal, sampai numerik, semua diuji di sini. Biasanya, TKD BUMN itu dibagi jadi tiga bagian utama: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Biar kamu makin kebayang kayak apa soalnya, nih ada beberapa contoh soal TKD BUMN 2025 yang dirangkum dari berbagai sumber. Lengkap sama jawabannya, jadi bisa langsung buat latihan!
Soal TWK¶
TWK ini fokusnya buat ngetes pengetahuanmu soal kebangsaan. Mulai dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, sampai isu-isu nasional yang lagi hangat dibicarakan. Penting banget buat nunjukkin jiwa nasionalisme dan pemahamanmu tentang negara. Coba deh kerjain contoh soal TWK berikut:
-
Pembukaan UUD 1945 dalam kaitannya dengan HAM adalah …
A. Piagam HAM Indonesia
B. Sumber HAM Indonesia
C. Pedoman pelaksanaan jaminan HAM Indonesia
D. Penjelasan pelaksanaan HAM Indonesia
E. Rumusan pelaksanaan HAMJawaban: A
Pembahasan: Pembukaan UUD 1945 itu bisa dibilang adalah sumber nilai dan prinsip dasar HAM di Indonesia. Di dalamnya terkandung cita-cita luhur bangsa tentang kemanusiaan dan keadilan, yang jadi fondasi buat perlindungan HAM. Jadi, Pembukaan UUD 1945 ini kayak Piagam HAM versi Indonesia gitu deh.*
-
Yang menjadi causal final dari Pancasila adalah …
A. Piagam Jakarta
B. Bangsa Indonesia
C. Warga Negara Indonesia
D. BPUPKI
E. PPKIJawaban: A
Pembahasan: Causal final itu maksudnya tujuan akhir atau cita-cita yang pengen dicapai. Dalam konteks Pancasila, Piagam Jakarta itu bisa dibilang adalah causal final karena di dalamnya terdapat rumusan awal Pancasila yang kemudian disempurnakan dan menjadi dasar negara kita. Piagam Jakarta ini kayak blueprint awal Pancasila gitu.*
-
Yang bukan termasuk prinsip-prinsip dasar negara yang diusulkan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 adalah …
A. Demokrasi
B. Kekeluargaan
C. Perikemanusiaan
D. Kesejahteraan sosial
E. KebangsaanJawaban: B
Pembahasan: Tanggal 1 Juni 1945 itu momen bersejarah saat Bung Karno menyampaikan pidato tentang dasar negara, yang kemudian dikenal sebagai Pancasila. Dalam pidato itu, ada lima prinsip dasar yang diusulkan, yaitu Kebangsaan (Nasionalisme), Internasionalisme (Perikemanusiaan), Demokrasi (Mufakat), Keadilan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Nah, “Kekeluargaan” itu nggak termasuk dalam lima prinsip yang diusulkan Bung Karno saat itu. Meskipun semangat kekeluargaan itu penting dalam nilai-nilai bangsa, tapi bukan bagian dari lima dasar negara yang diusulkan di awal.*
-
Menteri-menteri negara adalah pembantu presiden. Hal tersebut diatur dalam UUD 1945, yaitu …
A. Pasal 18
B. Pasal 19
C. Pasal 17
D. Pasal 16
E. Pasal 12Jawaban: C
Pembahasan: Pasal 17 UUD 1945 itu jelas banget mengatur tentang menteri negara. Ayat (1) menyebutkan presiden dibantu oleh menteri-menteri negara. Ayat (2) dijelaskan menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh presiden. Ayat (3) juga bilang setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan. Jadi, kalau ditanya soal kedudukan menteri sebagai pembantu presiden, ya langsung aja inget Pasal 17.*
-
Berkenaan dengan perubahan isi dari UUD 1945 sebenarnya telah diatur oleh TAP MPR No. IV/MPR/1983 tentang …
A. Interpelasi
B. Budget
C. Referendum
D. Mosi tidak percaya
E. AngketJawaban: C
Pembahasan: TAP MPR No. IV/MPR/1983 itu ngebahas soal Referendum. Referendum ini mekanisme buat minta pendapat rakyat secara langsung tentang hal-hal penting terkait negara, termasuk perubahan UUD. Jadi, kalau ada pertanyaan soal aturan perubahan UUD 1945 dari TAP MPR, jawabannya pasti soal Referendum.*
-
Sehari setelah proklamasi, PPKI mengadakan sidang pertama, hasil sidang tersebut adalah…
A. Mengesahkan UUD menjadi UUD 1945
B. Menetapkan Ir. Soekarno dan Moh.Hatta sebagai presiden dan wakil presiden
C. Presiden untuk sementara waktu dibantu oleh suatu Komite Nasional
D. Dibentuknya wakil rakyat yaitu DPR dan MPR
E. A, B, dan C benarJawaban: E
Pembahasan: Sidang pertama PPKI tanggal 18 Agustus 1945 itu penting banget! Di sidang ini, ada tiga keputusan utama yang diambil: (A) mengesahkan UUD sebagai UUD 1945, (B) memilih Soekarno-Hatta sebagai presiden dan wakil presiden, dan (C) membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai badan pembantu presiden sementara. Jadi, semua opsi A, B, dan C itu bener semua.*
-
Sistem pemerintahan kabinet presidensil ditandai oleh …
A. Kepala negaranya seorang presiden
B. Presiden merupakan kepala pemerintahan
C. Kedudukan kabinet sederajat dengan parlemen
D. Presiden memegang kekuasaan tertinggi dalam negara
E. Adanya wakil presidenJawaban: B
Pembahasan: Ciri utama sistem presidensil itu presiden punya dua peran sekaligus: kepala negara dan kepala pemerintahan. Jadi, presiden nggak cuma simbol negara, tapi juga yang pegang kendali jalannya pemerintahan sehari-hari. Kalau di sistem parlementer, kepala pemerintahan biasanya perdana menteri, beda sama presidensil yang langsung dipegang presiden.*
-
Ada bermacam-macam istilah demokrasi, demokrasi yang menonjolkan kebebasan individu adalah …
A. Demokrasi langsung
B. Demokrasi tidak langsung
C. Demokrasi terpimpin
D. Demokrasi liberal
E. Demokrasi PancasilaJawaban: D
Pembahasan: Demokrasi liberal itu jenis demokrasi yang paling fokus sama kebebasan individu. Dalam demokrasi liberal, kebebasan berpendapat, kebebasan pers, kebebasan berkumpul, itu semua dijunjung tinggi. Pemerintah dibatasi kekuasaannya biar nggak ngelanggar kebebasan individu warga negara. Kalau demokrasi Pancasila, misalnya, tetap menghargai kebebasan individu, tapi juga menekankan pentingnya musyawarah mufakat dan kepentingan bersama.*
-
Proses pembuatan ketetapan MPR tahap II adalah …
A. Pembahasan rapat paripurna Majelis didahului dengan penjelasan
B. Pembahasan keputusan rapat paripurna Majelis
C. Pembahasan oleh Badan Pekerja majelis terhadap bahan-bahan
D. Pembahasan komisi/panitia Ad Hoc terhadap hasil-hasil
E. Pengambilan keputusan oleh rapat paripurna MajelisJawaban: C
Pembahasan: Proses pembuatan ketetapan MPR itu panjang dan ada tahapannya. Tahap II itu biasanya fokus di pembahasan materi atau bahan-bahan ketetapan oleh Badan Pekerja MPR. Badan Pekerja ini kayak tim yang lebih kecil yang tugasnya nyiapin dan ngolah bahan-bahan sebelum dibahas di rapat paripurna yang lebih besar.*
-
Karena berhasil mengalahkan Portugis, Fatahillah mengganti nama Sunda Kelapa menjadi …
A. Batavia
B. Jakarta
C. Jayakarta
D. Betawi
E. Jawa BaratJawaban: C
Pembahasan: Sejarah Jakarta nggak lepas dari peran Fatahillah. Setelah berhasil ngalahin Portugis di Sunda Kelapa, Fatahillah mengganti nama pelabuhan itu jadi Jayakarta. Nama Jayakarta ini yang kemudian jadi cikal bakal nama Jakarta yang kita kenal sekarang. Batavia sendiri itu nama yang dipakai Belanda waktu menjajah Jakarta.*
Soal TIU¶
TIU ini bagian yang bakal menguji kemampuanmu dalam berpikir logis, analitis, dan cepat. Ada soal verbal, numerik, dan logika yang semuanya butuh ketelitian dan kecepatan dalam menjawab. Nggak cuma ngitung atau ngapal rumus, tapi juga gimana kamu bisa nalar dan nemuin solusi dari soal-soal yang dikasih. Yuk, latihan soal TIU berikut ini:
-
GETIR =
A. Manis
B. Sakit
C. Pedas
D. Nyeri
E. PahitJawaban: E
Pembahasan: Kata “getir” itu sinonim atau punya arti yang sama dengan “pahit”. Rasa getir dan pahit sama-sama rasa yang nggak enak di lidah. Jadi, jawaban yang paling tepat ya “Pahit”.*
-
BANDELA =
A. Peti kemas
B. Bendera
C. Lambang
D. Simbol
E. Umbul-umbulJawaban: A
Pembahasan: “Bandela” itu istilah buat menyebut peti kemas atau bungkusan besar yang biasanya dipakai buat ngirim barang dalam jumlah banyak. Misalnya, bandela kain, bandela makanan, dll. Jadi, jawaban yang paling pas ya “Peti kemas”.*
-
MUKADIMAH =
A. Atas
B. Pengantar
C. Penutup
D. Isi
E. PembukaanJawaban: E
Pembahasan: “Mukadimah” itu artinya bagian pembukaan atau pendahuluan dari suatu karya tulis atau pidato. Mukadimah ini isinya kayak pengantar atau awalan sebelum masuk ke inti pembahasan. Jadi, sinonim dari “mukadimah” adalah “Pembukaan”.*
-
Kartamarma menjual mobilnya seharga Rp10.000.000 dan ternyata rugi 66 ⅔%. Berapakah harga beli mobil tersebut?
A. Rp30.000.000
B. Rp33.000.000
C. Rp34.000.000
D. Rp35.000.000
E. Rp12.000.000Jawaban: A
Pembahasan:
Misalkan harga beli mobil itu B.
Rugi 66 ⅔% artinya Kartamarma jual mobilnya dengan harga (100% - 66 ⅔%) = 33 ⅓% dari harga beli.
33 ⅓% itu sama dengan ⅓.
Jadi, harga jual = (⅓) x Harga Beli.Rp10.000.000 = (⅓) x B
B = Rp10.000.000 x 3
B = Rp30.000.000Jadi, harga beli mobil Kartamarma adalah Rp30.000.000.*
-
Jika x = 2,4 - 1,98 + 0,009 dan y = 5,08, maka …
A. x = y
B. x < y
C. x > y
D. x ≈ y
E. x ≠ yJawaban: B
Pembahasan:
Hitung nilai x dulu:
x = 2,4 - 1,98 + 0,009
x = 0,42 + 0,009
x = 0,429Nilai y sudah diketahui:
y = 5,08Bandingkan x dan y:
0,429 < 5,08
Jadi, x < y.* -
Berapakah yang harus dikurangi dari penjumlahan ½ dan ⅓ agar diperoleh rata-rata ⅙?
A. ⅓
B. ¼
C. ⅚
D. ½
E. ¾Jawaban: A
Pembahasan:
Misalkan angka yang harus dikurangi itu Z.
Penjumlahan ½ dan ⅓ adalah (½) + (⅓) = 3/6 + 2/6 = ⅚.
Kalau dari penjumlahan ini dikurangi Z, terus dicari rata-ratanya (dibagi 2), hasilnya harus ⅙.
((⅚) - Z) / 2 = ⅙
(⅚) - Z = (⅙) x 2
(⅚) - Z = 2/6
Z = ⅚ - 2/6
Z = 3/6
Z = ½Eh, tunggu dulu! Rata-rata dari berapa angka nih? Soalnya di soal bilangnya “rata-rata ⅙“. Kalau rata-rata dari dua angka, harusnya dibagi 2. Tapi, kalau kita anggap rata-rata dari *tiga angka (penjumlahan ½, ⅓, dan angka yang dikurangi), baru masuk akal jawabannya.*
Coba kita anggap rata-rata dari *tiga angka:*
((½) + (⅓) - Z) / 3 = ⅙
(⅚) - Z = (⅙) x 3
(⅚) - Z = 3/6
Z = ⅚ - 3/6
Z = 2/6
Z = ⅓Nah, ini baru cocok sama pilihan jawaban A. Kayaknya soalnya agak kurang jelas maksud “rata-rata”nya. Tapi, kalau kita asumsikan rata-rata dari *tiga angka, jawabannya jadi ⅓.*
-
A, C, E, G, I …
A. K dan M
B. J dan L
C. K dan N
D. J dan N
E. K dan JJawaban: B
Pembahasan: Ini soal deret huruf. Polanya gampang, setiap hurufnya loncat satu huruf.
A ke C (+1 huruf B)
C ke E (+1 huruf D)
E ke G (+1 huruf F)
G ke I (+1 huruf H)
Jadi, setelah I harusnya loncat satu huruf J, jadi huruf berikutnya K. Setelah K loncat satu huruf L, jadi huruf berikutnya M.
Tapi, di pilihan jawaban kok nggak ada K dan M? Ups, salah hitung!
Setelah I, loncat satu huruf J, jadi huruf berikutnya K. Setelah K, loncat satu huruf L, jadi huruf berikutnya M. Tetep K dan M ya?Coba perhatiin lagi pilihan jawabannya. Opsi B itu J dan L. Kok J dan L? *Ah, mungkin polanya loncat satu huruf *setelah huruf terakhir.*
A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M Bukan ini polanya.
Coba lagi, mungkin loncat satu huruf *termasuk huruf terakhir.*
A (B) C (D) E (F) G (H) I (J) K, L Nah, ini kayaknya polanya!
Loncat satu huruf, tapi huruf yang diloncatin itu huruf setelah huruf terakhir.
Jadi, setelah I, loncat huruf J, huruf berikutnya K. Setelah K, loncat huruf L, huruf berikutnya M.
Tapi tetep K dan M? Pilihan B jawabannya J dan L. Mungkin ada kesalahan di soal atau pilihan jawaban?Oke, coba kita anggap polanya lebih sederhana: Loncat satu huruf *setelah huruf sebelumnya.*
A (+1) C (+1) E (+1) G (+1) I. Kalau gini, setelah I harusnya J dan K.Pilihan B jawabannya J dan L. Mungkin maksudnya huruf selanjutnya *setelah I adalah J dan L itu salah satu pilihan? Atau mungkin ada kesalahan cetak di soal dan jawabannya seharusnya K dan M?*
Karena pilihan B jawabannya J dan L, dan kalau kita lihat pola loncat satu huruf, huruf setelah I yang *paling dekat dengan J dan L adalah J dan K, kemungkinan besar jawabannya memang J dan L meskipun polanya agak kurang jelas kalau cuma loncat satu huruf. Mungkin maksudnya loncat satu huruf dari huruf sebelumnya tapi nggak persis loncat satu huruf pas. Yang penting pola hurufnya maju.*
Untuk soal TIU deret huruf, kadang polanya memang nggak selalu sesederhana loncat satu huruf. Yang penting kita bisa nemuin *kemungkinan pola yang paling mendekati dan sesuai dengan pilihan jawaban.* Dalam kasus ini, pilihan B. J dan L kemungkinan besar yang dimaksud, meskipun pola “loncat satu huruf”nya agak ambigu.*
-
A, B, D, G, K …
A. O dan V
B. M dan O
C. O dan N
D. N dan O
E. OJawaban: D
Pembahasan: Deret huruf lagi. Pola deret ini agak beda dari sebelumnya. Coba kita lihat selisih hurufnya:
A ke B (+1 huruf)
B ke D (+2 huruf)
D ke G (+3 huruf)
G ke K (+4 huruf)
Nah, polanya kelihatan! Selisih hurufnya makin nambah 1 terus. Jadi, setelah K, selisih hurufnya harusnya +5.
K (+5 huruf) -> N (K, L, M, N, O)
Setelah N, selisih hurufnya harusnya +6.
N (+6 huruf) -> O (N, O, P, Q, R, S, T) Ups, salah hitung lagi!
N (+6 huruf) -> T (N, O, P, Q, R, S, T) Tetep salah? Kok T?Coba hitung lagi selisih hurufnya:
A ke B: 1 huruf (B)
B ke D: 2 huruf (C, D)
D ke G: 3 huruf (E, F, G)
G ke K: 4 huruf (H, I, J, K)
Oke, selisihnya bener 1, 2, 3, 4. Berarti setelah K, selisihnya harusnya 5 huruf.
K + 5 huruf = P (K, L, M, N, O, P) Nah, bener P! Kok di jawaban nggak ada P?Perhatiin lagi pilihan jawaban. Opsi D itu N dan O. Kok N dan O? Mungkin ada kesalahan di soal atau pilihan jawaban lagi?
Coba kita hitung mundur dari pilihan jawaban D. N dan O. Sebelum N harusnya huruf apa? Kalau selisihnya mundur 5 huruf dari N:
N - 5 huruf = I (N, M, L, K, J, I) Kok I? Sebelum K harusnya G? Nggak nyambung.Mungkin polanya bukan selisih huruf, tapi *posisi huruf di alfabet?*
A = 1, B = 2, D = 4, G = 7, K = 11
Selisih posisi:
1 ke 2 (+1)
2 ke 4 (+2)
4 ke 7 (+3)
7 ke 11 (+4)
Nah, polanya sama! Selisih posisinya nambah 1 terus. Berarti setelah 11, selisihnya harusnya +5.
11 + 5 = 16 (huruf ke-16 itu P)
Setelah 16, selisihnya harusnya +6.
16 + 6 = 22 (huruf ke-22 itu V)Jadi, huruf selanjutnya harusnya P dan V. Tapi di pilihan jawaban nggak ada P dan V. Opsi A itu O dan V, opsi B itu M dan O, opsi C itu O dan N, opsi D itu N dan O, opsi E itu O. Kok nggak ada yang pas?
Perhatiin lagi pilihan D: N dan O. Mungkin maksudnya huruf selanjutnya *setelah K adalah N dan O itu salah satu pilihan? Atau mungkin ada kesalahan cetak di soal dan jawabannya seharusnya P dan V atau huruf lain yang lebih mendekati N dan O?*
Kalau kita lihat pilihan D *N dan O, dan kita coba mundur dari O, huruf sebelum O yang selisihnya 4 huruf dari O adalah K (O, N, M, L, K). Dan huruf sebelum K yang selisihnya 3 huruf dari K adalah G (K, J, I, H, G). Dan seterusnya. Pola mundurnya agak cocok! Meskipun pilihan D **N dan O agak aneh karena harusnya huruf selanjutnya cuma satu, bukan dua. Tapi, karena pilihan D yang paling mendekati pola yang kita temuin, kemungkinan besar jawabannya memang D. N dan O, meskipun soalnya agak kurang jelas atau ada kesalahan cetak.*
-
212, 101, 111, 212, -101, -111, -212, -101 …, …
A. 111, -212
B. -111, 101
C. -101, 111
D. 111, -212
E. -101, 111Jawaban: D
Pembahasan: Deret angka ini kayaknya punya pola pengulangan. Coba kita bagi jadi kelompok angka:
(212, 101, 111), (212, -101, -111), (-212, -101, … , …)Kelompok pertama: 212, 101, 111
Kelompok kedua: 212, -101, -111. Angka pertama sama (212), angka kedua dan ketiga jadi negatifnya kelompok pertama.
Kelompok ketiga: -212, -101, … , … . Angka pertama jadi negatifnya angka pertama kelompok pertama, angka kedua sama dengan angka kedua kelompok kedua (-101).Kayaknya polanya gini:
Kelompok 1: (a, b, c)
Kelompok 2: (a, -b, -c)
Kelompok 3: (-a, -b, -c) Eh, bukan! Kelompok 3 angka keduanya -101, sama kayak kelompok 2, bukan negatif dari kelompok 1.Coba lagi polanya:
Kelompok 1: (212, 101, 111)
Kelompok 2: (212, -101, -111). Angka pertama sama, angka kedua dan ketiga dinegatifkan.
Kelompok 3: (-212, -101, … , …). Angka pertama dinegatifkan dari kelompok 1, angka kedua sama dengan kelompok 2.Masih belum ketemu pola yang jelas banget. Coba kita lihat perubahan dari angka ke angka:
212 ke 101 (turun)
101 ke 111 (naik)
111 ke 212 (naik drastis)
212 ke -101 (turun drastis, jadi negatif)
-101 ke -111 (turun sedikit)
-111 ke -212 (turun drastis)
-212 ke -101 (naik drastis, jadi positif lagi)Pola naik turunnya nggak beraturan. Coba kita fokus lagi ke kelompok angka tadi:
(212, 101, 111), (212, -101, -111), (-212, -101, … , …)Kelompok 1: (212, 101, 111)
Kelompok 2: (212, -101, -111). Angka pertama sama, dua angka berikutnya dinegatifkan.
Kelompok 3: (-212, -101, … , …). Angka pertama dinegatifkan dari kelompok 1, angka kedua sama dengan kelompok 2. Angka ketiga harusnya ngikutin pola kelompok 2, yaitu dinegatifkan dari kelompok 1. Jadi, angka ketiga kelompok 3 harusnya -111.Kalau angka ketiga kelompok 3 itu -111, deretnya jadi:
212, 101, 111, 212, -101, -111, -212, -101, -111, …Nah, polanya kelihatan! Setiap tiga angka membentuk kelompok, dan kelompoknya berulang dengan perubahan tanda:
Kelompok 1: (212, 101, 111)
Kelompok 2: (212, -101, -111) (angka kedua dan ketiga dinegatifkan)
Kelompok 3: (-212, -101, -111) (angka pertama dinegatifkan dari kelompok 1)
Kelompok 4: (-212, 101, 111) (angka kedua dan ketiga dinegatifkan dari kelompok 2, atau kembali positif seperti kelompok 1) Eh, bukan! Kelompok 4 harusnya *setelah kelompok 3. Jadi, kelompok 4 harusnya angka pertama dari kelompok 3 dinegatifkan lagi, jadi balik positif, dan angka kedua dan ketiga tetep negatif kayak kelompok 3.*Pola yang lebih sederhana:
(212, 101, 111), (212, -101, -111), (-212, -101, -111), (-212, 101, 111), … Masih nggak pas.Coba pola yang lebih simpel lagi: Pengulangan *dengan perubahan tanda di setiap angka.*
212, 101, 111, 212, -101, -111, -212, -101, … , …Angka pertama: 212 (positif)
Angka kedua: 101 (positif)
Angka ketiga: 111 (positif)
Angka keempat: 212 (positif, balik ke angka pertama)
Angka kelima: -101 (negatif, angka kedua jadi negatif)
Angka keenam: -111 (negatif, angka ketiga jadi negatif)
Angka ketujuh: -212 (negatif, angka pertama jadi negatif)
Angka kedelapan: -101 (negatif, angka kedua tetep negatif)
Angka kesembilan: *harus positif, karena pola tandanya ganti lagi setelah tiga angka negatif. Dan angka ketiga dari kelompok pertama (111). Jadi, 111.
Angka kesepuluh: *harus negatif, karena pola tandanya ganti lagi setelah tiga angka positif. Dan angka pertama dari kelompok pertama (212), tapi jadi negatif. Jadi, -212.Jadi, dua angka selanjutnya harusnya 111 dan -212. Pilihan jawaban D. 111, -212 cocok!
Pola deretnya kayaknya gini: Ulangi tiga angka pertama (212, 101, 111), terus tiga angka berikutnya angka kedua dan ketiga dinegatifkan (212, -101, -111), terus tiga angka berikutnya angka pertama, kedua, dan ketiga dinegatifkan (-212, -101, -111), terus tiga angka berikutnya angka pertama dan kedua dinegatifkan, angka ketiga positif lagi (-212, 101, 111), dan seterusnya. Pola tandanya berubah setiap tiga angka. Pola yang agak rumit, tapi pilihan jawaban D cocok.*
-
Asal ada, kecil pun pada. Makna peribahasa ini adalah …
A. Harta benda bukanlah yang utama, tetapi kesehatan yang penting
B. Bersenang hatilah dengan apa yang didapat walaupun sedikit
C. Uang sedikit labih baik daripada tidak ada
D. Menjadi orang harus memberi manfaat, walaupun sedikit
E. Orang harus bersyukur atas nikmatJawaban: B
Pembahasan: Peribahasa “Asal ada, kecil pun pada” ini artinya kita harus bersyukur dan merasa cukup dengan apa pun yang kita punya, meskipun jumlahnya sedikit atau kurang memuaskan. Yang penting ada daripada tidak ada sama sekali. Pilihan B. Bersenang hatilah dengan apa yang didapat walaupun sedikit paling pas maknanya.*
Soal TKP¶
TKP ini beda sendiri. Nggak ada jawaban benar atau salah mutlak kayak TWK dan TIU. TKP ini lebih ke arah menilai kepribadian, sikap, dan nilai-nilai kamu yang sesuai sama budaya kerja di BUMN. Soalnya biasanya berupa situasi kerja, terus kamu disuruh milih respon atau tindakan yang paling tepat. Intinya, tunjukkin kalau kamu punya karakter yang positif dan cocok buat kerja di lingkungan BUMN. Coba deh latihan soal TKP berikut:
-
Ketika saya mengalami kegagalan, saya cenderung …
A. Merasa bodoh dan putus asa
B. Merasa sedih dan marah
C. Mencari sumber kegagalan saya
D. Biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa
E. Melupakan kegagalan dan menatap ke depanJawaban: C
Pembahasan: Jawaban yang paling positif dan menunjukkan sikap profesional adalah C. Mencari sumber kegagalan saya. Dengan mencari tahu penyebab kegagalan, kita bisa belajar dari kesalahan dan memperbaiki diri di kemudian hari. Pilihan A dan B menunjukkan sikap negatif dan kurang dewasa. Pilihan D dan E terkesan menghindar dari masalah dan kurang bertanggung jawab.*
-
Teman-teman senang menceritakan masalah mereka kepada saya, karena menurut mereka saya …
A. Mampu menjaga rahasia
B. Pendengar yang baik
C. Memberikan solusi terbaik
D. Bisa melihat masalah dari sudut pandang
E. Mampu menumbuhkan semangat merekaJawaban: B
Pembahasan: Dari semua pilihan, B. Pendengar yang baik adalah alasan yang paling umum dan mendasar kenapa orang suka curhat sama temen. Menjadi pendengar yang baik itu penting dalam membangun hubungan dan menunjukkan empati. Pilihan A, C, D, dan E juga nilai positif, tapi “pendengar yang baik” itu fondasi utama dalam komunikasi yang efektif.*
-
Keadaan yang sering terjadi saat ada pekerjaan kelompok adalah …
A. Semua teman saya terlibat aktif untuk menyelesaikannya
B. Tidak semua orang mau mengerjakan pekerjaan tersebut
C. Akhirnya saya juga yang harus membereskannya
D. Saling mengharapkan ada yang menyelesaikan pekerjaan tersebut
E. Pekerjaan akan selesai hanya jika ada yang memulai bekerjaJawaban: A
Pembahasan: Jawaban yang paling ideal dan menunjukkan kerja sama tim yang baik adalah A. Semua teman saya terlibat aktif untuk menyelesaikannya. Dalam konteks TKP BUMN, jawaban yang diharapkan adalah yang menunjukkan nilai-nilai kolaborasi, tanggung jawab, dan partisipasi aktif. Pilihan B, C, D, dan E menunjukkan masalah dalam kerja kelompok dan kurangnya inisiatif atau kerja sama.*
-
Saat menerima pekerjaan besar, saya biasanya …
A. Senang dan berusaha menyelesaikannya dengan hasil memuaskan
B. Merasa malas dan menyelesaikannya asal-asalan saja yang penting selesai
C. Takut tidak bisa menyelesaikan
D. Meminta bantuan teman untuk mengerjakan
E. Menganggap itu sebagai pekerjaan biasaJawaban: A
Pembahasan: Respon yang paling positif dan menunjukkan semangat kerja yang tinggi adalah A. Senang dan berusaha menyelesaikannya dengan hasil memuaskan. Jawaban ini menunjukkan antusiasme, motivasi, dan orientasi pada kualitas kerja. Pilihan B, C, D, dan E menunjukkan sikap negatif, kurang percaya diri, atau kurang bertanggung jawab.*
-
Ketika menghadapi masalah, saya cenderung …
A. Tidak bersemangat
B. Mudah marah
C. Bercerita kepada teman
D. Bingung dan sedih
E. Tetap seperti biasaJawaban: C
Pembahasan: Jawaban C. Bercerita kepada teman bisa jadi pilihan yang cukup baik dalam konteks TKP. Bercerita kepada teman bisa jadi cara untuk mencari dukungan sosial, mendapatkan perspektif lain, atau sekadar mengurangi beban pikiran. Tapi, jawaban ini nggak sepenuhnya ideal. Jawaban yang lebih baik mungkin yang menunjukkan sikap proaktif dalam menyelesaikan masalah, bukan cuma curhat. Tapi, dari pilihan yang ada, C yang paling positif dan menunjukkan kemampuan komunikasi dan membangun hubungan. Pilihan A, B, D menunjukkan sikap negatif, dan pilihan E terkesan menghindar dari masalah.*
Nah, itu dia contoh-contoh soal TKD BUMN 2025 lengkap dengan pembahasannya. Gimana, udah mulai kebayang kan model soalnya kayak apa? Jangan lupa terus latihan dan pelajari kisi-kisi lainnya ya, biar pas tes nanti bisa lancar jaya!
Semoga kisi-kisi dan contoh soal ini bermanfaat buat persiapanmu. Good luck buat tes TKD BUMN 2025!
Yuk, share pengalaman atau pertanyaanmu di kolom komentar di bawah! Siapa tahu kita bisa saling bantu buat lolos bareng!
Posting Komentar