Lolos UTBK SNBT 2025: 10 Soal Pengetahuan Umum + Pembahasan!
Eh, gak terasa ya UTBK SNBT 2025 makin deket aja nih! Buat kamu yang lagi deg-degan mikirin ujian, tenang, kamu gak sendirian kok. Salah satu tes yang suka bikin penasaran adalah subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum. Di sini, kemampuan kamu buat baca, ngertiin, dan menganalisis info dari berbagai jenis teks bener-bener diuji. Mulai dari opini, artikel ilmiah, sampai berita-berita, semuanya bisa aja muncul.
Nah, biar nanti pas hari-H kamu gak kaget dan bingung, mendingan kita mulai latihan soal dari sekarang yuk! Ini dia beberapa contoh soal UTBK SNBT subtes Pengetahuan dan Penalaran Umum yang diambil dari buku Wangsit (Pawang Sulit) HOTS SNBT 2025 dari Tim Tentor Master (2025). Siap? Langsung aja kita bahas!
Contoh Soal UTBK SNBT Subtes Pengetahuan & Pemahaman Umum¶
Soal 1¶
Rambut itu ibarat mahkota. Ungkapan ini nunjukkin betapa pentingnya rambut buat seseorang. Gak heran deh kalau merawat rambut jadi hal yang penting banget buat penampilan. Apalagi jumlah penduduk Indonesia yang gede banget, bikin tempat cukur rambut atau barbershop tumbuh subur di mana-mana.
Kata “mahkota” di teks ini punya sinonim dengan kata…
A. Penting
B. Utama
C. Berharga
D. Terbaik
E. Disukai
Jawaban: C
Pembahasan: Kata “mahkota” dalam konteks ini bukan berarti mahkota kerajaan yang dipakai raja atau ratu ya. Tapi, lebih ke sesuatu yang berharga dan jadi kebanggaan. Nah, dari pilihan jawaban yang ada, kata “berharga” itu yang paling pas buat sinonim dari “mahkota” di kalimat tersebut. Penting, utama, terbaik, dan disukai memang punya nilai, tapi gak sekuat makna “berharga” yang nunjukkin nilai intrinsik dan kehormatan, kayak mahkota.
Soal 2¶
Generasi muda zaman sekarang lebih milih gaya hidup yang bebas dengan nilai-nilai yang lebih individual, dan punya pandangan sendiri soal hidup. Mereka gak mau langsung nerima semua hal mentah-mentah dari generasi sebelumnya.
Kalimat di atas punya pola kalimat yang sama dengan kalimat…
A. Negara itu kaya dengan barang mineral
B. Adik menjerit dan menangis karena digigit anjing
C. Pimpinan sekolah yang baru amat galak
D. Siswa sekolah kelas tiga suka membaca buku
E. Sekolah kami akan direnovasi bulan depan
Jawaban: D
Pembahasan: Kalimat soal itu polanya Subjek-Predikat-Objek (S-P-O). Coba kita bedah:
* Generasi muda zaman sekarang (Subjek)
* lebih memilih (Predikat)
* gaya hidup yang bebas dengan nilai-nilai yang lebih individual, dan punya pandangan sendiri soal hidup (Objek)
Sekarang kita lihat pilihan jawabannya:
* A. Negara itu kaya dengan barang mineral (S-P-Pelengkap)
* B. Adik menjerit dan menangis karena digigit anjing (S-P-Keterangan)
* C. Pimpinan sekolah yang baru amat galak (S-P)
* D. Siswa sekolah kelas tiga suka membaca buku (S-P-O) - Nah, ini dia yang sama!
* Siswa sekolah kelas tiga (Subjek)
* suka membaca (Predikat)
* buku (Objek)
* E. Sekolah kami akan direnovasi bulan depan (S-P-Keterangan)
Jadi, jawaban yang paling tepat adalah D karena punya pola kalimat yang sama persis S-P-O kayak soalnya. Penting banget buat bisa ngenalin pola kalimat kayak gini di UTBK!
Soal 3¶
Pusat perbelanjaan pasti bakal diserbu masyarakat menjelang Lebaran. Semua orang pengen tampil agak menarik dan cantik pas Lebaran. Mereka rela ngeluarin waktu, tenaga, dan uang demi dapetin baju dan perlengkapan lain yang lebih diinginkannya.
Frasa yang gak tepat buat gantiin frasa yang dicetak miring adalah…
A. Supaya menarik, paling diinginkannya
B. Amat menarik, akan diinginkannya
C. Tetap menarik, dinginkan sekali
D. Lebih menarik, sangat diinginkannya
E. Sangat menarik, sudah diinginkannya
Jawaban: D
Pembahasan: Frasa itu gabungan kata yang cuma punya satu fungsi dalam kalimat. Di soal ini, frasa yang dicetak miring itu “agak menarik dan cantik” serta “lebih diinginkannya”. Kita cari frasa pengganti yang maknanya paling nyambung dan gramatikal.
Coba kita analisis satu-satu:
* A. Supaya menarik, paling diinginkannya - Agak aneh ya, “supaya menarik” kesannya kayak ada tujuan, padahal di kalimat awal cuma deskripsi aja. “Paling diinginkannya” juga kurang pas.
* B. Amat menarik, akan diinginkannya - “Amat menarik” lumayan, tapi “akan diinginkannya” kesannya masih rencana di masa depan, padahal konteksnya udah keinginan yang ada sekarang.
* C. Tetap menarik, dinginkan sekali - “Tetap menarik” gak nyambung sama konteks Lebaran yang pengen tampil beda. “Dinginkan sekali” malah gak jelas maknanya.
* D. Lebih menarik, sangat diinginkannya - Ini dia yang gak tepat! “Lebih menarik” masih oke, tapi “sangat diinginkannya” itu double, udah ada “lebih” kok pakai “sangat” lagi. Kesannya berlebihan dan gak efektif.
* E. Sangat menarik, sudah diinginkannya - “Sangat menarik” oke buat nunjukkin keinginan tampil beda. “Sudah diinginkannya” juga pas, nunjukkin keinginan yang udah ada dari sebelumnya.
Frasa yang paling tepat buat gantiin yang dicetak miring seharusnya yang lebih ringkas dan gak berlebihan. Pilihan D justru bikin frasanya jadi over dan gak natural.
Soal 4¶
Rambut adalah mahkota. Ungkapan itu nunjukkin betapa pentingnya rambut buat seseorang. Gak berlebihan kalau merawat rambut akhirnya jadi penting banget buat penampilan. Jumlah penduduk Indonesia yang gede banget bikin tempat cukur rambut atau barbershop tumbuh subur di mana-mana.
Di antara kata berikut, yang merupakan kata berimbuhan yang salah adalah…
A. Berlebihan
B. Menjadi
C. Pentingnya
D. Menunjukan
E. Penampilan
Jawaban: D
Pembahasan: Kata berimbuhan itu kata dasar yang udah ditambahin imbuhan (awalan, sisipan, akhiran). Kita cari kata yang imbuhannya salah atau gak sesuai aturan bahasa Indonesia.
- A. Berlebihan - Dari kata dasar “lebih” + awalan “ber-“. Betul.
- B. Menjadi - Dari kata dasar “jadi” + awalan “me-“. Betul.
- C. Pentingnya - Dari kata dasar “penting” + akhiran “-nya”. Betul.
- D. Menunjukan - Nah, ini yang salah! Seharusnya “menunjukkan”. Kata dasarnya “tunjuk” + awalan “me-” + akhiran “-kan”. Aturannya, kalau ketemu huruf “t, k, s, p” setelah awalan “me-“, huruf itu bisa luluh (hilang) atau berubah. Khusus untuk “tunjuk”, huruf “t” gak luluh, tapi harus ada penambahan “n” di antara “me-” dan “tunjuk”, jadi “menunjuk”. Terus ditambah akhiran “-kan” jadi “menunjukkan”.
- E. Penampilan - Dari kata dasar “tampil” + awalan “pe-” + akhiran “-an”. Betul.
Kesalahan di “menunjukan” ini sering banget terjadi, jadi hati-hati ya! Ingat, yang benar itu menunjukkan.
Soal 5¶
(1) Batik itu kain atau pakaian yang jadi kebudayaan keluarga kerajaan di Indonesia zaman dulu. (2) Di awal abad ke-20, pembatik terus ngembangin batik, yaitu batik tulis dan batik cap. (3) Motif dan corak batik di tiap daerah biasanya...... karena masyarakat di tiap daerah… corak dan ragam flora serta fauna. (4) Sekarang kita bedain batik jadi dua, yaitu batik tradisional dan batik modern. (5) Batik tradisional masih pakai motif pembuatannya. (6) Kalau motif batik modern gak bermakna simbolis dan cenderung warnanya bebas, kayak ungu, biru, atau kuning. (7) Batik tradisional cenderung warnanya gelap, putih, atau coklat kehitaman.
Kalimat nomor 3 bakal bermakna kalau dilengkapi dengan kata-kata....
A. Bermotif - mendeskripsikan
B. Bermuara - menyatakan
C. Berasal - menggunakan
D. Berubah - mengembangkan
E. Berbeda - mengakomodasi
Jawaban: D
Pembahasan: Kalimat (3) ini tentang motif batik yang beda-beda di tiap daerah. Kita cari pasangan kata yang paling pas buat ngisi kekosongan itu.
- A. Bermotif - mendeskripsikan - Kurang pas. “Bermotif” lebih ke ciri batik, bukan alasan perbedaannya. “Mendeskripsikan” juga gak terlalu nyambung sama motif dan corak.
- B. Bermuara - menyatakan - “Bermuara” lebih cocok buat sungai, bukan motif batik. “Menyatakan” juga kurang relevan.
- C. Berasal - menggunakan - “Berasal” bisa aja, tapi “menggunakan” kurang kuat nunjukkin alasan perbedaan motif.
- D. Berubah - mengembangkan - Ini dia yang paling pas! “Berubah” nunjukkin motif batik gak sama di tiap daerah. “Mengembangkan” nunjukkin masyarakat tiap daerah punya inisiatif buat bikin motif batik sendiri dengan inspirasi flora fauna sekitar. Jadi, motifnya berubah karena dikembangin sendiri-sendiri.
- E. Berbeda - mengakomodasi - “Berbeda” oke, tapi “mengakomodasi” kurang tepat. “Mengakomodasi” itu lebih ke menampung atau menyesuaikan, bukan mengembangkan motif baru.
Jadi, jawaban D paling cocok karena nunjukkin hubungan sebab-akibat yang jelas antara perbedaan motif batik dan upaya pengembangan motif di tiap daerah.
Soal 6¶
Karena bahasa itu sifatnya konvensional, meskipun tiap individu punya hak buat nyampaiin pendapat dan pikirannya bebas, mereka tetep harus patuh dan ngejunjung tinggi norma-norma bahasa yang berlaku.
Makna “konvensional” dalam kalimat di atas adalah....
A. Mengandung norma
B. Mengandung kesepakatan
C. Memiliki aturan
D. Memuat tata bahasa
E. Menuntut ketaatan
Jawaban: B
Pembahasan: Kata “konvensional” sering banget muncul nih, penting buat paham maknanya. Dalam konteks bahasa, “konvensional” itu artinya…
- A. Mengandung norma - Norma memang ada dalam bahasa, tapi “konvensional” gak cuma sekadar “mengandung norma”.
- B. Mengandung kesepakatan - Nah, ini dia! “Konvensional” itu dasarnya dari “konvensi”, yang artinya kesepakatan bersama. Bahasa itu konvensional karena aturan-aturannya dibuat dan disepakati bersama oleh masyarakat pengguna bahasa.
- C. Memiliki aturan - Aturan bahasa memang ada, tapi “konvensional” lebih luas dari sekadar “memiliki aturan”.
- D. Memuat tata bahasa - Tata bahasa bagian dari bahasa, tapi “konvensional” bukan berarti “memuat tata bahasa”.
- E. Menuntut ketaatan - Ketaatan pada norma bahasa itu konsekuensi dari sifat konvensional bahasa, tapi bukan makna inti dari “konvensional” itu sendiri.
Jadi, makna paling tepat dari “konvensional” dalam konteks bahasa adalah mengandung kesepakatan. Ingat ya, bahasa itu hidup karena ada kesepakatan bersama dalam penggunaannya.
Soal 7¶
Pas ngeliat puluhan karya Agoes, pengunjung bisa ngerti hubungan antara alam dan manusia. Dia manfaatin bahan kayu nangka karena pohon itu gampang ditemuin. Selain itu, kayu nangka punya kadar air yang bagus jadi bisa tahan lama.
Kata “itu” merujuk pada pengertian....
A. Mudah ditemukan
B. Manfaat bahan
C. Menengok karya Agoes
D. Memahami hubungan
E. Alam dan manusia
Jawaban: A
Pembahasan: Kata rujukan atau kata ganti itu kata yang nunjuk ke kata lain yang udah disebutin sebelumnya. Biasanya pakai kata “ini”, “itu”, “dia”, “tersebut”, dll. Di paragraf ini, kata “itu” ada di kalimat “pohon itu gampang ditemuin”. Kata “itu” di sini nunjuk ke…
- A. Mudah ditemukan - Betul banget! Kalimat sebelumnya bilang “Dia manfaatin bahan kayu nangka karena pohon itu gampang ditemuin”. “Itu” di sini jelas merujuk ke alasan kenapa kayu nangka dipilih, yaitu karena mudah ditemukan.
- B. Manfaat bahan - Manfaat bahan memang dibahas setelahnya (“kayu nangka punya kadar air yang bagus…”), tapi kata “itu” gak langsung merujuk ke manfaat, tapi lebih ke alasan pemilihan bahan.
- C. Menengok karya Agoes - “Menengok karya Agoes” itu konteks awal paragraf, bukan yang dirujuk kata “itu”.
- D. Memahami hubungan - “Memahami hubungan” juga konteks awal, bukan rujukan kata “itu”.
- E. Alam dan manusia - “Alam dan manusia” juga konteks awal, bukan rujukan kata “itu”.
Jadi, jawaban paling tepat adalah A karena kata “itu” secara langsung merujuk ke alasan kemudahan menemukan pohon nangka.
Soal 8¶
(1) Pescatarian itu jenis diet yang kategorinya konsumsi sayuran dan ikan. (2) Istilah ini asalnya dari gabungan kata pesce dan vegetarian. (3) Pesce artinya ikan dalam bahasa Italia. (4) Diet ini sering disebut pesco vegetarian dan dikelompokkin ke dalam spektrum vegetarianisme. (5) Ada beberapa manfaat dari tipe diet ini. (6) Sebuah studi nemuin kalau perempuan pescatarian berat badannya lebih rendah dibanding perempuan yang makan daging. (7) Studi lain nyimpulin kalau pescatarian risikonya lebih rendah kena diabetes sebesar 4,8 persen dibanding pemakan daging. (8) Selain itu, satu penelitian besar ngamatin pescatarian punya risiko kematian akibat penyakit jantung 22 persen lebih rendah dibanding pemakan daging biasa.
Kalimat (6) dan (7) mengandung hubungan…
A. Penggambaran
B. Perluasan
C. Pertautan
D. Pemerincian
E. Penjelasan
Jawaban: B
Pembahasan: Kita lihat hubungan antara kalimat (6) dan (7). Kalimat (6) nyebutin satu manfaat diet pescatarian (berat badan lebih rendah). Kalimat (7) nyebutin manfaat lain (risiko diabetes lebih rendah).
- A. Penggambaran - Penggambaran lebih ke deskripsi detail tentang satu hal. Di sini bukan penggambaran, tapi penyebutan manfaat yang berbeda.
- B. Perluasan - Betul! Kalimat (7) itu perluasan dari kalimat (6). Kalimat (6) udah nyebutin satu manfaat, kalimat (7) nambahin manfaat lainnya. Jadi, ada perluasan informasi tentang manfaat diet pescatarian.
- C. Pertautan - Pertautan lebih ke hubungan yang saling berkaitan atau berurutan. Di sini bukan hubungan yang saling berkaitan, tapi lebih ke penambahan informasi.
- D. Pemerincian - Pemerincian lebih ke detail dari satu hal yang sama. Di sini bukan rincian dari satu manfaat, tapi manfaat yang berbeda.
- E. Penjelasan - Penjelasan lebih ke menerangkan kenapa atau bagaimana sesuatu terjadi. Di sini bukan penjelasan, tapi penyebutan manfaat yang berbeda.
Jadi, hubungan yang paling tepat antara kalimat (6) dan (7) adalah perluasan. Kalimat (7) memperluas informasi tentang manfaat diet pescatarian yang udah disebutin di kalimat (6).
Soal 9¶
Kalimat-kalimat berikut ini gak mengandung makna idiomatis, kecuali…
A. Nenek susah masukin benang merah ke dalam jarum yang mau dipake buat jahit rompi cucunya
B. Setiap datang bulan purnama ia selalu manjat harapan biar bisa ketemu sama jodohnya
C. Tangan kanan Sumiyati keseleo pas mau jemur pakaian di belakang rumah
D. Setiap gerak langkah manusia bakal dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti
E. Ayah dan ibu dapet barang pecah belah dari tetangga sebelah rumah
Jawaban: B
Pembahasan: Makna idiomatis itu makna kiasan atau bukan makna sebenarnya. Biasanya ada ungkapan atau frasa yang punya makna khusus. Kita cari kalimat yang ada makna idiomatisnya.
- A. Nenek susah masukin benang merah ke dalam jarum… - Kalimat ini maknanya literal, sesuai arti kata-katanya. Nenek beneran susah masukin benang ke jarum.
- B. Setiap datang bulan purnama ia selalu manjat harapan biar bisa ketemu sama jodohnya - Nah, ini dia! Frasa “datang bulan purnama” di sini bukan berarti bulannya beneran datang kayak orang datang berkunjung. Tapi, ini ungkapan buat nunjukkin waktu bulan purnama. Terus, “manjat harapan” juga bukan berarti harapannya dipanjat kayak pohon, tapi ini ungkapan buat berdoa atau menyampaikan harapan dengan sungguh-sungguh. Jadi, kalimat ini mengandung makna idiomatis.
- C. Tangan kanan Sumiyati keseleo… - “Tangan kanan” di sini masih makna sebenarnya, yaitu tangan sebelah kanan. Keseleo juga makna sebenarnya.
- D. Setiap gerak langkah manusia bakal dimintai pertanggungjawabannya… - “Gerak langkah” di sini makna sebenarnya, yaitu setiap tindakan manusia. Dimintai pertanggungjawaban juga makna sebenarnya.
- E. Ayah dan ibu dapet barang pecah belah… - “Pecah belah” di sini makna sebenarnya, yaitu barang-barang yang mudah pecah.
Jadi, kalimat yang mengandung makna idiomatis adalah B, karena ada ungkapan “datang bulan purnama” dan “manjat harapan” yang punya makna kiasan.
Soal 10¶
Pertumbuhan buah yang gak sempurna bisa juga disebabkan sama serangan hama dan penyakit yang nyerang batang, daun, atau buahnya. Hama penggerek sering ngelubangin batang pohon sampe ngerusak pembuluh floem dan xilem. Kalau pembuluh floem rusak, distribusi karbohidrat hasil fotosintesis bakal keganggu, sedangkan kalau xilem yang diserang, maka pengaliran hara dan air dari akar ke tajuk pohon bakal terhambat. Kalau buahnya yang diserang ulat buah, buah itu bakal rusak dan gampang rontok.
Dalam wacana di atas disebutin sejenis hama yang namanya hama penggerek. Yang dimaksud dengan “penggerek” adalah…
A. Penggigit
B. Penaikan
C. Pemakan
D. Pengerat
E. Pemenggal
Jawaban: D
Pembahasan: Kata “penggerek” ini kita cari maknanya berdasarkan konteks kalimat di paragraf. Di situ dijelasin “Hama penggerek sering ngelubangin batang pohon”. Kata kunci di sini “ngelubangin batang pohon”.
- A. Penggigit - Menggigit bisa aja bikin lubang, tapi kurang spesifik.
- B. Penaikan - Gak nyambung sama sekali sama konteks hama dan ngelubangin batang pohon.
- C. Pemakan - Pemakan lebih ke menghabiskan sesuatu dengan cara dimakan. Kurang pas buat konteks ngelubangin batang pohon.
- D. Pengerat - Nah, ini dia! “Mengerat” itu artinya menggigit-gigit atau menggerogoti sedikit demi sedikit sampe berlubang. Cocok banget sama deskripsi hama penggerek yang “ngelubangin batang pohon”.
- E. Pemenggal - Pemenggal lebih ke memotong atau memisahkan bagian tubuh. Gak sesuai sama konteks ngelubangin batang pohon.
Jadi, makna yang paling tepat dari “penggerek” dalam konteks ini adalah pengerat, karena paling pas nunjukkin cara hama itu ngerusak batang pohon, yaitu dengan cara mengerogoti atau menggerogoti sampe berlubang.
Gimana? Lumayan kan latihan soal-soal tadi? Ini baru sebagian kecil contoh soal UTBK SNBT subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum. Masih banyak lagi jenis soal lain yang perlu kamu latih. Kuncinya adalah terus latihan dan jangan pernah berhenti belajar! Semangat terus ya buat UTBK SNBT 2025!
Yuk, jangan ragu buat berkomentar dan berbagi pengalamanmu di bawah ini! Siapa tahu ada tips dan trik jitu yang bisa kamu bagiin buat teman-teman lain yang juga lagi berjuang!
Posting Komentar