Skandal 'Qatar-gate': Jerat Baru Netanyahu?
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, lagi jadi sorotan nih. Dua orang kepercayaannya baru aja ditahan dan lagi diinvestigasi. Kabarnya, mereka ini ada hubungannya sama Qatar. Wah, ada apa lagi nih?
Apa Sebenarnya ‘Qatar-gate’ Ini?¶
Jadi gini, ceritanya polisi Israel lagi nyelidikin dugaan hubungan antara orang-orang dekat Netanyahu dengan Qatar. Dua orang yang ditahan itu adalah Yonatan Urich, penasihatnya Netanyahu, dan Eli Feldstein, mantan juru bicaranya. Mereka ditahan hari Selasa (1 April) kemarin dan pengadilan Israel udah memperpanjang masa penahanan mereka.
Urich dan Feldstein ini kekeuh bilang mereka nggak bersalah. Tapi polisi punya dugaan kuat, makanya mereka ditahan lebih lama buat penyelidikan lebih lanjut. Netanyahu sendiri udah dipanggil polisi buat dimintai keterangan terkait kasus yang disebut “Qatar-gate” ini. Netanyahu malah nuduh polisi nahan mantan anak buahnya itu sebagai “sandera”. Pejabat Qatar juga ikut angkat bicara dan bilang penyelidikan ini cuma “kampanye kotor”. Wah, makin panas aja nih situasinya.
Netanyahu ini emang lagi banyak masalah ya. Selain kasus ‘Qatar-gate’ ini, dia juga lagi di pengadilan atas tuduhan korupsi. Udah gitu, banyak juga demonstrasi di Israel yang nentang kebijakan-kebijakannya. Para demonstran ini nggak setuju sama serangan Israel ke Hamas sebelum semua sandera di Gaza dibebasin, mereka juga nolak pemecatan kepala badan keamanan internal Shin Bet, Ronen Bar, yang mimpin investigasi Qatar ini, dan rencana pemerintah buat merombak sistem peradilan. Banyak banget ya masalahnya Netanyahu ini.
Penyelidikan yang Bikin Penasaran¶
Sebenarnya, penyelidikan kasus ini udah mulai lebih dari dua bulan lalu. Tapi baru heboh sekarang setelah polisi Israel ngumumin penahanan Urich dan Feldstein pada Senin (31 Maret) lalu. Mereka dituduh macem-macem nih, mulai dari kontak sama agen asing, pencucian uang, suap, penipuan, sampai penyalahgunaan kepercayaan. Beuh, berat juga tuduhannya.
Hakim di Pengadilan Magistrat Rishon LeZion, hari Selasa (1 April), mutusin buat perpanjang penahanan Urich dan Feldstein selama tiga hari. Kata hakim, ada “kecurigaan yang wajar” yang butuh penyelidikan lebih dalam. Polisi Israel sendiri minta tambahan waktu sembilan hari lagi buat nyelidikin kasus ini. Hakim Menahem Mizrahi bilang penyidik curiga kedua mantan asisten Netanyahu ini “promosiin Qatar biar keliatan positif” dan “nyebarin pesan negatif tentang Mesir”. Ada juga kecurigaan soal peran mereka sebagai mediator dalam negosiasi gencatan senjata sama Hamas.
Perwakilan polisi bilang ke Hakim Mizrahi kalau Urich juga dicurigai nyampaiin pesan-pesan ke wartawan dari sumber yang terkait Qatar, tapi pesannya itu dibikin seolah-olah dari pejabat politik atau keamanan senior Israel. Katanya lagi, ada “hubungan bisnis dan ekonomi” antara perusahaan lobi AS yang kerja buat Qatar “lewat mediasi [Urich]”. Imbalannya “berupa uang terus diterusin ke [Feldstein] lewat pengusaha Israel”.
Minggu lalu, media Israel nyebarin rekaman yang nunjukkin pengusaha itu kedengeran ngomong kalau dia udah transfer dana ke Feldstein atas nama pelobi AS yang kerja buat Qatar. Pengacara Feldstein ngebelain diri dan bilang pembayaran itu “buat layanan strategis dan komunikasi yang dikasih Feldstein ke kantor perdana menteri, bukan buat Qatar”. Mereka juga bilang Feldstein nggak tau ada hubungan antara pengusaha itu sama pihak lain, termasuk Qatar. Pengacara Ulrich juga bilang kliennya nggak terlibat sama sekali.
Apa Artinya Buat Netanyahu?¶
Netanyahu sendiri sih belum jadi tersangka dalam kasus ini. Tapi, dia emang lagi diadil secara terpisah atas tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kepercayaan. Dia udah berkali-kali ngebantah semua tuduhan itu. Tapi, kedekatannya sama dua terdakwa ini bisa jadi masalah besar buat posisinya.
Setelah dimintai keterangan sama polisi pada Senin (31 Maret), Netanyahu langsung nyebut penyelidikan ini sebagai “investigasi politik”. Partai Likud yang dipimpin Netanyahu juga bilang penyelidikan dan penangkapan ini adalah upaya buat ngehentiin pemecatan mantan kepala badan keamanan Shin Bet, Ronen Bar.
Padahal, Bar masih menjabat sambil nunggu putusan Mahkamah Agung soal gugatan hukum terkait pemecatannya. Pemerintah Israel mecat Bar pada 21 Maret, alasannya pemerintah udah nggak percaya lagi sama dia karena dianggap gagal nyegah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu, yang jadi awal mula serangan ke Gaza. Partai Likud malah nuduh kantor jaksa agung dan kepala Shin Bet “memalsukan” kasus ini. Mereka juga nuduh keduanya nyoba “meneror Yonatan Urich biar ngasih kesaksian palsu terhadap perdana menteri lewat pemerasan”. Wah, tuduhannya makin berat aja nih.
Yossi Kuperwasser, pakar militer dan intelijen Israel, bilang situasi ini “nggak jelas dan samar” tanpa “bukti konklusif”. Tapi, Ravit Hecht, penulis di koran Hareetz, punya pendapat lain. Dia bilang dugaan hubungan finansial sama Qatar, apalagi Qatar ini deket sama pemimpin Hamas, itu “mengejutkan” dan bisa jadi “puncak kekesalan” buat Netanyahu yang emang lagi di bawah tekanan politik yang gede banget. Kasus ini juga bisa makin bikin masyarakat Israel yang nentang Netanyahu makin nggak puas dan makin pengen dia turun dari jabatannya.
Reaksi Qatar Gimana?¶
Qatar ini negara yang penting banget sebagai mediator antara Israel dan Hamas. Mereka bilang bakal terus jadi mediator, walaupun ada penyelidikan “Qatar-gate” ini, yang tentunya dibantah sama Qatar. Selama serangan Israel-Gaza, Qatar udah bantu jadi penengah berbagai gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera bareng negara lain kayak AS dan Mesir.
Qatar emang udah lama dukung kepentingan Palestina dan jadi tempat tinggal para pemimpin politik Hamas. Padahal, Hamas ini organisasi yang dianggap teroris dan dilarang di Israel, Inggris, AS, dan negara-negara lain. Tapi, Israel sendiri nggak nganggep Qatar sebagai negara musuh.
Pejabat Qatar bilang ke Financial Times di London, “Ini bukan pertama kalinya kami jadi sasaran kampanye kotor oleh mereka yang nggak pengen lihat konflik ini [perang Gaza] berakhir atau para sandera yang tersisa balik ke keluarga mereka.” Sebelumnya, Qatar juga pernah dituduh hal serupa di negara lain dan udah dibantah juga.
Intinya: Skandal ‘Qatar-gate’ ini jadi masalah baru buat Netanyahu yang emang lagi banyak tekanan. Penyelidikan ini bisa aja makin memperburuk posisinya dan bikin masyarakat yang nentang dia makin kuat. Sementara itu, Qatar ngebantah semua tuduhan dan bilang penyelidikan ini cuma kampanye kotor. Kita tunggu aja deh kelanjutan kasus ini gimana.
Gimana menurut kalian soal skandal ‘Qatar-gate’ ini? Komen di bawah ya!
Posting Komentar