Bye-Bye Iklan! 5 Menit HP Bebas Gangguan, Ini Caranya!

Table of Contents

Cara Menghilangkan Iklan di HP

Pasti sebel banget kan, lagi asyik scroll media sosial, main game seru, atau baca berita penting, eh tiba-tiba nongol iklan pop-up yang menutupi seluruh layar. Atau mungkin ada banner iklan yang bandel, susah banget ditutup. Bahkan, ada juga iklan yang nekat muncul di layar kunci HP kita. Kejadian kayak gini udah jadi ‘teman akrab’ pengguna smartphone, baik di Android maupun iPhone.

Gangguan iklan ini bukan cuma bikin bete dan merusak pengalaman pakai HP, lho. Lebih dari itu, iklan yang nggak jelas asalnya bisa membahayakan keamanan data kita atau bikin performa HP jadi lemot. Banyak iklan bandel ternyata disisipkan oleh aplikasi yang kurang tepercaya, atau bahkan indikasi adanya adware atau malware di dalam HP. Tapi tenang, ada kok cara-cara ampuh buat menghilangkan iklan ini, bahkan bisa dilakukan tanpa root di Android atau jailbreak di iPhone, dan gak pakai lama!

Kenapa Sih Iklan Sering Muncul di HP Kita?

Sebelum kita serbu iklan-iklan bandel itu, ada baiknya kita kenali dulu “sarangnya”. Mengetahui dari mana asal iklan bisa membantu kita memilih cara paling efektif untuk mengusirnya. Ada beberapa alasan utama kenapa iklan suka nongol sembarangan di HP kita, bahkan saat kita nggak lagi buka aplikasi tertentu.

Pertama, aplikasi gratisan. Ini adalah sumber iklan paling umum. Pengembang aplikasi gratis butuh pemasukan, dan iklan adalah cara paling populer untuk mendapatkan uang. Jadi, semakin banyak aplikasi gratis yang kamu pasang, semakin besar kemungkinan kamu akan melihat iklan di dalamnya. Namun, kadang iklan dari aplikasi gratisan ini bisa “bocor” keluar, muncul di tempat yang seharusnya nggak ada iklan, seperti layar utama atau notifikasi.

Kedua, Adware atau Malware. Ini yang lebih berbahaya. Adware adalah jenis perangkat lunak yang dirancang khusus untuk menampilkan iklan yang nggak diinginkan. Kadang, adware ini menyusup bersama aplikasi lain yang terlihat tidak berbahaya. Malware bahkan bisa lebih parah, mencuri data atau merusak sistem, dengan iklan sebagai salah satu modus operandinya untuk mendapatkan uang dari korbannya. Iklan dari adware/malware seringkali muncul secara tiba-tiba, sulit ditutup, dan mengarah ke situs-situs mencurigakan.

Ketiga, browser dengan notifikasi aktif. Pernah kan, saat mengunjungi sebuah website, browser tiba-tiba meminta izin untuk mengirim notifikasi? Jika kamu setuju tanpa berpikir panjang, website tersebut bisa mengirimkan notifikasi yang isinya promosi atau iklan, bahkan saat kamu sedang tidak membuka browser itu. Ini sering disalahgunakan oleh website nggak jelas untuk membombardir pengguna dengan iklan.

Keempat, izin aplikasi yang terlalu luas. Beberapa aplikasi, terutama yang kurang tepercaya, meminta izin akses yang sebenarnya tidak relevan dengan fungsi utamanya. Misalnya, aplikasi senter meminta izin untuk menampilkan pop-up di atas aplikasi lain, atau mengakses data penggunaan aplikasi. Izin berlebihan ini bisa disalahgunakan untuk menampilkan iklan di luar aplikasi itu sendiri, bahkan saat HP dalam kondisi idle.

Dampak Negatif Iklan yang Mengganggu

Jangan sepelekan gangguan iklan ini. Selain bikin kesal, iklan yang berlebihan atau berasal dari sumber yang tidak jelas bisa menimbulkan beberapa masalah serius bagi HP dan data pribadi kamu.

Salah satu dampak yang paling terasa adalah penurunan performa HP. Setiap iklan yang muncul, apalagi yang berupa pop-up atau video, membutuhkan sumber daya HP seperti CPU dan RAM untuk dimuat dan ditampilkan. Jika terlalu banyak iklan yang berjalan di background atau muncul secara tiba-tiba, HP bisa terasa lambat, lag, atau bahkan hang. Ini tentu sangat mengganggu saat kamu sedang menggunakan aplikasi berat atau bermain game.

Selain itu, iklan juga bisa menguras baterai dengan cepat. Proses memuat, menampilkan, dan me-refresh iklan membutuhkan energi baterai. Iklan video atau iklan yang berjalan di background tanpa kamu sadari bisa menjadi salah satu penyebab utama baterai HP kamu cepat habis. Kuota internet juga bisa terkuras lho, karena iklan-iklan tersebut terus-menerus mengunduh data dari internet untuk ditampilkan.

Yang tak kalah penting, iklan dari sumber tidak jelas sangat berpotensi mengandung risiko keamanan. Iklan tersebut bisa jadi phishing yang mencoba mencuri data login kamu, atau mengarahkan kamu ke situs yang berisi malware atau virus. Mengklik iklan sembarangan, apalagi yang terlihat mencurigakan, bisa membahayakan data pribadi kamu atau merusak sistem HP. Oleh karena itu, membersihkan HP dari iklan bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga perlindungan.

Cara Jitu Menghilangkan Iklan di HP Android

Bagi pengguna Android, ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk menghilangkan iklan yang mengganggu. Langkah-langkah ini relatif mudah dan gak butuh keahlian khusus. Kamu bisa coba satu per satu atau menggabungkannya untuk hasil maksimal.

Manfaatkan Google Play Protect

Google Play Protect adalah fitur keamanan bawaan di Google Play Store yang bertugas memindai aplikasi di HP kamu untuk mendeteksi malware, termasuk adware yang menyisipkan iklan. Memastikan fitur ini aktif sangat penting.

Caranya gampang banget:
1. Buka aplikasi Google Play Store di HP Android kamu.
2. Ketuk ikon profil kamu di pojok kanan atas layar.
3. Pilih menu “Play Protect”.
4. Di halaman Play Protect, pastikan statusnya menunjukkan bahwa aplikasi sudah dipindai secara rutin dan tidak ada aplikasi berbahaya yang ditemukan. Kalau belum aktif, ketuk ikon gerigi (setelan) di pojok kanan atas halaman Play Protect dan aktifkan opsi “Pindai aplikasi dengan Play Protect”.
5. Kamu juga bisa melakukan pemindaian manual dengan mengetuk tombol “Pindai”. Play Protect akan memberi tahu jika ada aplikasi yang terdeteksi berbahaya atau berpotensi menampilkan iklan yang mengganggu. Jika ditemukan, segera ikuti instruksi untuk menghapusnya.

Fitur ini adalah garis pertahanan pertama yang cukup efektif untuk mencegah aplikasi berbahaya masuk ke HP kamu melalui Play Store.

Identifikasi dan Uninstall Aplikasi Nakal

Seringkali, iklan yang muncul di luar aplikasi atau di layar kunci berasal dari aplikasi yang baru saja kamu install atau aplikasi yang tidak jelas fungsinya. Aplikasi jenis ini bisa jadi sengaja dibuat untuk menampilkan iklan (adware) atau menyusupkan iklan dari background.

Cara mendeteksinya kadang agak tricky, karena aplikasi adware seringkali tidak punya ikon di layar utama atau namanya aneh. Coba ingat-ingat aplikasi apa saja yang terakhir kamu install sebelum iklan mulai merajalela.

Langkah-langkahnya:
1. Buka “Pengaturan” di HP Android kamu.
2. Cari dan pilih menu “Aplikasi” atau “Manajemen Aplikasi”.
3. Telusuri daftar aplikasi yang terpasang. Perhatikan baik-baik aplikasi yang kamu rasa tidak pernah install, namanya aneh, atau ikonnya tidak ada/ikon default Android. Perhatikan juga tanggal install aplikasi.
4. Jika kamu menemukan aplikasi yang mencurigakan, ketuk aplikasi tersebut lalu pilih “Uninstall”. Jika tombol uninstall tidak bisa diklik, kemungkinan aplikasi tersebut mendapatkan izin administrator perangkat. Kamu perlu mencabut izin tersebut terlebih dahulu di menu “Pengaturan” > “Keamanan” > “Aplikasi admin perangkat”. Setelah izin dicabut, kamu bisa kembali ke daftar aplikasi dan meng-uninstall-nya.

Jangan ragu menghapus aplikasi yang tidak kamu kenal atau jarang digunakan, apalagi jika HP kamu tiba-tiba dibanjiri iklan setelah meng-install aplikasi tersebut.

Blokir Iklan di Browser Chrome

Browser, terutama Chrome yang paling banyak dipakai di Android, bisa jadi sumber iklan yang mengganggu saat browsing internet. Chrome punya fitur bawaan untuk memblokir sebagian besar iklan, terutama iklan yang dianggap invasif atau mengganggu.

Ini cara mengaktifkannya:
1. Buka aplikasi Chrome di HP kamu.
2. Ketuk ikon titik tiga vertikal di pojok kanan atas layar.
3. Pilih menu “Setelan”.
4. Gulir ke bawah dan pilih “Setelan situs”.
5. Di dalam Setelan situs, cari dan ketuk opsi “Iklan”.
6. Pastikan sakelar di halaman Iklan dalam posisi nonaktif (warna abu-abu). Jika sakelar berwarna biru, berarti fitur blokir iklan invasif sudah aktif. Pesan yang muncul seharusnya bertuliskan “Iklan diblokir di situs yang cenderung menampilkan iklan invasif (direkomendasikan)”.

Meskipun fitur ini tidak memblokir semua jenis iklan di setiap website, ini sangat membantu mengurangi iklan yang mengganggu saat kamu browsing.

Matikan Notifikasi dari Website yang Mengganggu

Seperti yang sudah dibahas, website bisa mengirim notifikasi yang berisi iklan jika kamu pernah memberikan izin. Kamu bisa mematikan notifikasi ini melalui pengaturan Chrome.

Langkah-langkahnya:
1. Buka aplikasi Chrome.
2. Ketuk ikon titik tiga vertikal > “Setelan”.
3. Pilih “Setelan situs”.
4. Pilih “Notifikasi”.
5. Di sini kamu akan melihat daftar website yang memiliki izin untuk mengirim notifikasi kepadamu. Telusuri daftar ini. Jika ada website yang tidak kamu kenal atau sering mengirim notifikasi iklan, ketuk nama website tersebut.
6. Di halaman detail notifikasi website itu, ketuk tombol “Hapus & Setel Ulang” atau pastikan sakelar “Tampilkan notifikasi” dalam posisi nonaktif (warna abu-abu).
7. Secara umum, kamu juga bisa memilih opsi “Tanya sebelum mengizinkan (direkomendasikan)” di bagian atas halaman Notifikasi agar Chrome selalu meminta konfirmasi sebelum ada website yang bisa mengirim notifikasi. Atau, jika kamu tidak pernah ingin menerima notifikasi dari website, kamu bisa memilih opsi “Diblokir”.

Mematikan notifikasi dari website nakal ini sangat efektif untuk menghentikan banjir iklan yang tiba-tiba muncul dari internet.

Gunakan Aplikasi Pemblokir Iklan Pihak Ketiga

Jika kamu ingin solusi yang lebih komprehensif untuk memblokir iklan di seluruh sistem (tidak hanya di browser, tetapi juga di dalam aplikasi), kamu bisa menggunakan aplikasi pemblokir iklan pihak ketiga. Aplikasi ini bekerja di background dan memfilter lalu lintas data untuk memblokir permintaan iklan.

Beberapa aplikasi pemblokir iklan populer untuk Android antara lain:
* AdGuard: Salah satu yang paling populer, menawarkan pemblokiran iklan di browser dan aplikasi. Ada versi gratis dengan fitur dasar (seperti pemblokiran DNS) dan versi berbayar (Premium) dengan fitur lebih lengkap (memfilter trafik aplikasi, dll).
* Blokada: Aplikasi open-source yang populer, menggunakan VPN lokal atau DNS untuk memblokir iklan dan tracker di seluruh sistem. Gratis.
* DNS66: Mirip Blokada, menggunakan VPN lokal untuk memfilter trafik. Juga gratis.

Penting untuk dicatat bahwa cara kerja aplikasi ini berbeda-beda. Beberapa memerlukan pengaturan VPN (tapi hanya bersifat lokal di HP kamu, bukan VPN sungguhan untuk mengubah lokasi), sementara yang lain memanfaatkan pengaturan DNS pribadi yang akan kita bahas nanti. Pilihlah aplikasi dari sumber tepercaya (Play Store atau situs resmi pengembang) dan baca ulasan pengguna lain sebelum meng-install.

Berikut gambaran cara kerja aplikasi pemblokir iklan (biasanya):
1. Install aplikasi dari Play Store atau situs resmi.
2. Buka aplikasi dan ikuti panduan pengaturannya.
3. Biasanya kamu akan diminta mengaktifkan koneksi VPN lokal atau mengatur DNS. Izinkan aplikasi untuk melakukan ini.
4. Setelah aktif, aplikasi akan berjalan di background dan secara otomatis memblokir upaya aplikasi lain untuk memuat iklan.

Menggunakan aplikasi ini bisa memberikan pengalaman HP yang hampir bebas iklan di mana pun kamu berada di sistem operasi Android.

Cara Jitu Menghilangkan Iklan di iPhone (iOS)

Pengguna iPhone mungkin merasa lebih aman dari malware dan adware berkat sistem operasi iOS yang lebih tertutup. Namun, iklan tetap bisa muncul, terutama saat browsing di Safari atau dari aplikasi pihak ketiga. Berikut cara mengatasinya di iPhone.

Manfaatkan Safari Content Blocker

Safari, browser bawaan di iPhone, memiliki fitur yang memungkinkan penggunaan content blocker dari pihak ketiga. Content blocker ini berupa aplikasi yang di-install dari App Store, lalu diaktifkan melalui pengaturan Safari. Mereka efektif untuk memblokir iklan dan tracker saat kamu browsing.

Langkah-langkahnya:
1. Unduh aplikasi content blocker dari App Store. Beberapa pilihan populer antara lain AdGuard, 1Blocker, atau Purify. Cari aplikasi dengan rating bagus dan ulasan positif.
2. Setelah aplikasi ter-install, buka “Pengaturan” di iPhone kamu.
3. Gulir ke bawah dan cari menu “Safari”.
4. Di dalam setelan Safari, cari bagian “Umum” lalu ketuk “Pemblokir Konten”.
5. Di halaman Pemblokir Konten, kamu akan melihat daftar aplikasi content blocker yang sudah kamu install. Aktifkan sakelar untuk aplikasi pemblokir konten yang ingin kamu gunakan. Kamu bisa mengaktifkan beberapa aplikasi sekaligus, tapi biasanya satu atau dua aplikasi sudah cukup efektif.

Setelah diaktifkan, content blocker akan bekerja secara otomatis saat kamu menggunakan Safari, membuat halaman website memuat lebih cepat dan bersih dari iklan.

Blokir Notifikasi dari Safari

Sama seperti di Android, website di iPhone juga bisa meminta izin untuk mengirim notifikasi melalui Safari. Jika kamu pernah mengizinkan website nakal, notifikasi iklan bisa muncul dan mengganggu.

Cara memblokirnya:
1. Buka aplikasi Safari di iPhone kamu.
2. Kunjungi website yang sering mengirimkan notifikasi iklan yang mengganggu.
3. Ketuk ikon “aA” di sebelah kiri address bar.
4. Pilih “Pengaturan Situs” (atau “Website Settings”).
5. Cari opsi “Notifikasi”.
6. Ubah pengaturannya dari “Izinkan” menjadi “Tolak”.
7. Untuk mengelola semua izin notifikasi website secara terpusat, kamu bisa pergi ke “Pengaturan” > “Safari” > “Pengaturan” (di bawah “UMUM”) > “Notifikasi”. Di sini kamu bisa melihat daftar website dan mengubah izin notifikasi satu per satu.

Dengan memblokir notifikasi website yang tidak jelas, kamu bisa menghentikan iklan atau promosi yang muncul tiba-tiba dari Safari.

Hapus Aplikasi Pihak Ketiga yang Berpotensi Adware

Meskipun lebih jarang di iOS dibanding Android, aplikasi pihak ketiga yang diunduh dari sumber tidak resmi (misalnya, melalui trik meng-install di luar App Store, meskipun ini sulit di iOS terbaru) atau aplikasi yang sengaja menyisipkan iklan di luar batas wajar tetap bisa menjadi masalah.

Tipsnya:
1. Tinjau kembali aplikasi yang baru saja kamu install sebelum iklan mulai muncul.
2. Jika ada aplikasi yang terlihat mencurigakan, tidak kamu kenal, atau fungsinya tidak jelas namun meminta banyak izin atau menampilkan iklan sembarangan, sebaiknya hapus aplikasi tersebut.
3. Tekan dan tahan ikon aplikasi di layar utama sampai muncul menu, lalu pilih “Hapus App” dan konfirmasi penghapusan.

Tetap berhati-hati saat meng-install aplikasi baru, bahkan dari App Store sekalipun. Perhatikan ulasan dan izin yang diminta aplikasi tersebut.

Metode Tingkat Lanjut: Menggunakan DNS Pribadi

Salah satu cara paling efektif dan sistemik untuk memblokir iklan adalah dengan menggunakan DNS (Domain Name System) pribadi yang sudah dikonfigurasi untuk memblokir domain-domain penyedia iklan. DNS adalah “buku telepon” internet yang menerjemahkan nama website (seperti google.com) menjadi alamat IP. Jika kamu menggunakan DNS yang memfilter iklan, ketika HP kamu mencoba memuat iklan, DNS tersebut akan memberi tahu bahwa domain iklan itu tidak ada, sehingga iklan gagal dimuat.

Metode ini bekerja di sebagian besar aplikasi dan browser karena memfilter trafik internet di tingkat yang lebih dasar.

Untuk Pengguna Android:

Android modern (mulai versi 9 Pie) punya fitur pengaturan DNS Pribadi yang sangat mudah digunakan:
1. Buka “Pengaturan” di HP Android kamu.
2. Cari menu “Jaringan & Internet” atau “Koneksi & Berbagi” (nama menunya bisa sedikit berbeda tergantung merek dan versi Android).
3. Cari dan ketuk opsi “DNS Pribadi”.
4. Pilih opsi “Nama host penyedia DNS pribadi”.
5. Masukkan alamat DNS pemblokir iklan. Salah satu yang populer adalah dns.adguard.com. Ada juga us.adguard-dns.com, dns.cloudflare-dns.com/dns-query (untuk Cloudflare, tapi tidak khusus blokir iklan), atau DNS lain yang menyediakan fitur pemblokiran iklan.
6. Ketuk “Simpan”.

Setelah disimpan, HP kamu akan menggunakan DNS AdGuard (atau DNS lain yang kamu masukkan) untuk semua koneksi internetnya, dan ini akan secara otomatis memblokir sebagian besar iklan di seluruh sistem. Ini adalah cara yang sangat efektif dan tidak memerlukan aplikasi tambahan yang berjalan di background terus-menerus (kecuali pengaturan awalnya).

Untuk Pengguna iPhone:

Di iPhone, pengaturan DNS global tidak semudah Android melalui menu khusus DNS Pribadi. Kamu biasanya perlu menggunakan aplikasi pihak ketiga yang berfungsi sebagai VPN lokal atau mengelola profil konfigurasi DNS.

  • Salah satu cara yang paling umum adalah menggunakan aplikasi seperti AdGuard Pro (ini adalah versi berbayar AdGuard di App Store) atau aplikasi lain yang menyediakan fitur konfigurasi DNS kustom. Aplikasi ini biasanya membuat profil VPN lokal atau DNS di HP kamu.
  • Install aplikasi AdGuard Pro dari App Store.
  • Buka aplikasi dan ikuti petunjuk untuk mengaktifkan perlindungan DNS. Biasanya, aplikasi akan meminta izin untuk menambahkan konfigurasi VPN atau DNS. Izinkan ini.
  • Di dalam pengaturan aplikasi AdGuard Pro, kamu bisa memilih DNS server mana yang ingin kamu gunakan, termasuk DNS AdGuard yang memblokir iklan.

Meskipun mungkin memerlukan aplikasi berbayar seperti AdGuard Pro di iOS untuk kemudahan konfigurasi DNS sistem-wide, metode ini sangat ampuh untuk memblokir iklan di seluruh iPhone kamu.

Tips Tambahan Agar HP Tetap Bebas Iklan

Setelah berhasil mengusir iklan-iklan bandel, ada baiknya kita melakukan beberapa langkah pencegahan agar HP kita tetap bersih dari gangguan.

  1. Hindari Instal Aplikasi dari Sumber Tidak Resmi: Selalu unduh aplikasi hanya dari Google Play Store (untuk Android) atau App Store (untuk iPhone). Mengunduh aplikasi dari website pihak ketiga yang tidak jelas sangat berisiko karena aplikasi tersebut bisa saja disusupi adware atau malware. Toko aplikasi resmi sudah punya sistem keamanan (seperti Play Protect) yang memindai aplikasi sebelum kamu install.

  2. Perhatikan Izin Aplikasi: Saat meng-install aplikasi baru, jangan asal ketuk “Izinkan” untuk semua permintaan izin akses. Pikirkan, apakah aplikasi senter perlu akses ke daftar kontak? Apakah aplikasi edit foto perlu izin untuk menampilkan pop-up di atas aplikasi lain? Berikan izin hanya yang relevan dengan fungsi utama aplikasi. Jika ada aplikasi yang meminta izin mencurigakan, batalkan instalasi atau cari alternatif lain.

  3. Rutin Scan dengan Antivirus/Anti-Malware: Meng-install aplikasi antivirus atau anti-malware dari pengembang terpercaya dan melakukan pemindaian rutin bisa membantu mendeteksi dan menghapus adware atau malware yang mungkin lolos dari pengamatan kamu. Banyak aplikasi antivirus modern sudah dilengkapi fitur deteksi adware.

  4. Hati-hati Saat Browsing dan Mengklik Link: Saat browsing di internet, hindari mengklik iklan atau pop-up yang terlihat mencurigakan, apalagi jika meminta kamu mengunduh sesuatu atau memasukkan data pribadi. Tutup saja pop-up tersebut atau keluar dari website yang bersangkutan.

  5. Update OS dan Aplikasi Secara Berkala: Pengembang sistem operasi dan aplikasi sering merilis update untuk memperbaiki bug keamanan dan kerentanan yang bisa dieksploitasi oleh malware atau adware. Pastikan OS Android atau iOS kamu selalu update ke versi terbaru, begitu juga dengan aplikasi-aplikasi yang terpasang. Sistem yang up-to-date lebih tangguh terhadap serangan.

Kenikmatan HP Bebas Iklan

Menghilangkan iklan yang mengganggu di HP kamu itu ibarat membersihkan rumah dari hama. Bukan cuma bikin tampilan lebih enak dilihat, tapi juga menjaga “kesehatan” dan keamanan HP kamu. Iklan yang tidak terkendali itu bisa jadi biang kerok HP lemot, baterai boros, kuota jebol, bahkan pintu masuk bagi malware berbahaya.

Lewat panduan ini, kamu punya berbagai pilihan cara jitu, mulai dari yang paling dasar seperti mengatur browser dan menghapus aplikasi mencurigakan, hingga yang lebih canggih seperti menggunakan aplikasi pemblokir iklan atau DNS pribadi. Semua cara ini bisa kamu praktikkan sendiri dan hasilnya bisa langsung terasa dalam waktu singkat. Yup, HP bebas gangguan iklan bukan lagi impian!

Ingat, kamu punya hak untuk menikmati smartphone kamu tanpa harus diganggu oleh iklan yang tidak relevan atau bahkan berbahaya. Terapkan langkah-langkah di atas, dan rasakan bedanya menggunakan HP yang lebih bersih, lebih cepat, dan lebih aman. Jangan biarkan iklan mengambil alih pengalaman digital kamu!

Sudah coba cara-cara ini? Bagikan pengalaman atau tips lain di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar