Mau Puasa Senin Kamis? Ini Niat, Tata Cara, Plus Pahala dari UAS!

Table of Contents

Mau Puasa Senin Kamis Niat Tata Cara

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! Bagaimana kabarnya sahabat muslim? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, ya. Nah, kali ini kita mau bahas salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW, yaitu Puasa Senin Kamis. Siapa sih yang nggak tahu puasa ini? Pasti sudah sering dengar, kan? Tapi, sudah tahu belum keutamaan dan pahalanya yang luar biasa?

Kali ini, kita akan dengarkan penjelasan dari Ustadz Abdul Somad atau yang sering kita sapa UAS. Beliau sering banget lho membahas pentingnya mengamalkan sunnah-sunnah Nabi, termasuk Puasa Senin Kamis ini. Jadi, buat kamu yang besok hari Senin (atau hari Kamis) mau mulai berpuasa, yuk kita simak niatnya, tata caranya, dan tentu saja, apa saja sih pahala dan keutamaan yang bakal kita dapatkan?

Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa Puasa Senin Kamis ini bukan sekadar kebiasaan, tapi memang ajaran langsung dari Rasulullah SAW yang sudah diamalkan beliau sejak lama. Ada hikmah mendalam di balik pemilihan hari Senin dan Kamis untuk berpuasa. Beliau menuturkan, istiqamah menjalankan puasa ini bisa memberikan manfaat yang mungkin tidak kita sadari sebelumnya.

Rasulullah SAW sendiri punya alasan khusus kenapa beliau rutin berpuasa di dua hari ini. Penasaran kan apa alasannya? UAS menyampaikan bahwa alasan-alasan ini disebutkan langsung oleh Nabi dalam hadits-hadits yang shahih. Ini menunjukkan betapa pentingnya amalan puasa ini bagi kehidupan spiritual kita.

Ada rahasia tersembunyi lho di balik ibadah Puasa Senin Kamis ini. Selain mendekatkan diri kepada Allah, ternyata ada manfaat lain yang nggak kalah penting. Manfaat-manfaat ini bisa kita rasakan, baik secara spiritual maupun mungkin secara fisik. Penasaran? Yuk kita kupas tuntas bareng.

Ustadz Abdul Somad mengutip hadits shahih ketika menjelaskan keutamaan dan hikmah Puasa Senin Kamis. Suatu ketika, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, mengapa beliau selalu berpuasa di hari Senin. Jawaban beliau sangat menarik dan penuh makna.

“Hari Senin adalah hari kelahiranku, hari aku diutus (menjadi Nabi), dan hari diturunkannya wahyu kepadaku,” jelas UAS, mengutip sabda Nabi SAW. Subhanallah, hari Senin punya sejarah penting dalam risalah kenabian! Ini menunjukkan betapa mulianya hari Senin sehingga Nabi memilihnya untuk berpuasa.

Lalu, bagaimana dengan hari Kamis? Mengapa Nabi juga berpuasa di hari Kamis? Rasulullah SAW memberikan alasan yang berbeda namun tak kalah pentingnya. Beliau bersabda, “Pada hari Kamis, amal perbuatan manusia selama sepekan diangkat (dilaporkan) kepada Allah. Aku suka amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.”

Nah, ini dia salah satu hikmah terbesar Puasa Senin Kamis. Saat catatan amal kita diperiksa dan dilaporkan kepada Allah SWT, kita berada dalam kondisi terbaik, yaitu sedang berpuasa. Bayangkan, amal baik dicatat, dosa diampuni, dan kita sedang dalam ketaatan berpuasa. Sungguh momen yang tepat untuk mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya.

UAS juga sempat berbagi pengalaman menarik terkait puasa ini. Beliau bercerita pernah bertemu jamaah yang menawari suplemen. Di brosurnya, dijelaskan ada terapi kesehatan yang disebut “fasting therapy” atau terapi puasa. Terapi ini konon bisa membantu tubuh membersihkan racun dengan cara tidak mengonsumsi makanan berat selama beberapa hari dalam sebulan.

Yang membuat UAS takjub adalah, terapi modern yang dikembangkan di Barat itu ternyata menganjurkan tidak makan berat selama delapan hari dalam sebulan. Mendengar angka “delapan hari”, UAS langsung teringat ajaran Nabi Muhammad SAW.

“Allahu Akbar! Nabi kita sudah mengajarkan itu 14 abad yang lalu!” seru UAS. Nabi mengajarkan puasa Senin Kamis, yang berarti empat hari dalam dua pekan, atau sekitar delapan hari dalam sebulan. Dan yang lebih hebat lagi, puasa Nabi bukan hanya tidak makan berat, tapi benar-benar berpuasa dari makan dan minum.

Ini menunjukkan betapa ajaran Islam, khususnya sunnah Rasulullah SAW, selalu relevan dan bahkan sejalan dengan penemuan-penemuan modern dalam bidang kesehatan. Puasa ternyata tidak hanya bermanfaat spiritual, tapi juga fisik.

Nah, setelah tahu betapa istimewanya Puasa Senin Kamis, apakah kamu sudah siap untuk menjalankannya? Eits, sebelum berpuasa, jangan lupa niatnya ya! Berikut adalah bacaan niat Puasa Senin Kamis.

Niat Puasa Senin Kamis

Niat ini penting banget, karena niatlah yang membedakan puasa kita sah atau tidak di sisi Allah. Niat puasa sunnah ini dibaca dalam hati, tapi dianjurkan juga untuk dilafalkan agar lebih mantap.

Niat Puasa Hari Senin:

Ù†َÙˆَÙŠْتُ صَÙˆْÙ…َ ÙŠَÙˆْÙ…َ اْلاِØ«ْÙ†َÙŠْÙ†ِ سُÙ†َّØ©ً ِللهِ تَعَالَÙ‰

Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa’ala

Artinya: “Saya niat puasa pada hari Senin, sunah karena Allah Ta’aalaa.”

Niat Puasa Hari Kamis:

Ù†َÙˆَÙŠْتُ صَÙˆْÙ…َ ÙŠَÙˆْÙ…َ الْØ®َÙ…ِÙŠْسِ سُÙ†َّØ©ً ِللهِ تَعَالَÙ‰

Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa pada hari Kamis, sunah karena Allah Ta’aalaa.”

Niat puasa Senin Kamis ini bisa dilafalkan di malam hari sebelum berpuasa, atau bahkan di pagi hari sebelum terbit fajar (Subuh). Khusus untuk puasa sunnah, jika lupa berniat di malam hari, kita masih bisa berniat di pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar.

Tata Cara Puasa Senin Kamis

Tata cara Puasa Senin Kamis ini sebenarnya sangat mirip dengan puasa wajib di bulan Ramadhan atau puasa sunnah lainnya. Jadi, buat yang sudah terbiasa puasa Ramadhan, pasti gampang banget menjalankannya.

  1. Berniat: Ini yang paling utama, membaca niat Puasa Senin (jika berpuasa hari Senin) atau Niat Puasa Kamis (jika berpuasa hari Kamis). Niat ini bisa dilakukan sejak malam hari setelah Maghrib sampai menjelang Subuh. Jika lupa, masih bisa berniat di pagi hari sebelum melakukan pembatal puasa.
  2. Sahur: Sangat dianjurkan untuk bersahur sebelum waktu Subuh tiba. Sahur memberikan energi untuk menjalani puasa seharian dan di dalamnya terdapat keberkahan. Usahakan makan dan minum yang cukup agar kuat berpuasa.
  3. Menahan Diri: Selama waktu puasa, yaitu dari terbit fajar (masuk waktu Subuh) hingga terbenam matahari (masuk waktu Maghrib), kita harus menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa. Ini meliputi makan, minum, berhubungan suami istri, dan hal-hal lain yang bisa membatalkan puasa.
  4. Menjaga Diri: Selain menahan lapar dan dahaga, penting juga untuk menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa, seperti berkata kasar, berbohong, menggunjing, atau bertengkar. Puasa bukan hanya menahan perut, tapi juga menahan hawa nafsu dan anggota badan dari maksiat.
  5. Menyegerakan Berbuka: Saat waktu Maghrib tiba, segerakan untuk berbuka puasa. Dianjurkan berbuka dengan yang manis atau kurma, mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Berdoa saat berbuka juga sangat dianjurkan, karena doa orang yang berpuasa saat berbuka termasuk doa yang mustajab.

Perbedaan utama puasa Senin Kamis dengan puasa Ramadhan atau puasa sunnah lainnya ya hanya pada niatnya saja. Selebihnya, tata caranya sama persis. Mudah kan?

Manfaat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis

Ustadz Abdul Somad dan hadits-hadits Nabi menjelaskan banyak sekali manfaat dan keutamaan dari Puasa Senin Kamis. Ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi ada keberkahan dan hikmah yang luar biasa di dalamnya.

1. Hari Kelahiran Rasulullah, Penetapan Kenabian, dan Turunnya Al-Qur’an

Hari Senin adalah hari yang sangat bersejarah dalam kehidupan Rasulullah SAW dan peradaban Islam. Beliau dilahirkan pada hari Senin, diangkat menjadi Rasul pada hari Senin, dan wahyu pertama (Al-Qur’an surat Al-Alaq ayat 1-5) juga diturunkan pada hari Senin. Dengan berpuasa di hari Senin, kita seolah ikut merayakan dan mengenang peristiwa-peristiwa agung tersebut dengan ketaatan. Ini adalah bentuk cinta kita kepada Rasulullah SAW dan syariat yang dibawanya.

Sebagaimana hadits dari Abu Qatadah ra. yang diriwayatkan Muslim, ketika Nabi ditanya tentang puasa Senin, beliau bersabda, “Itu adalah hari yang saya dilahirkan di dalamnya dan hari yang saya diangkat sebagai Rasul atau hari yang pada saya diturunkan Al-Qur’an.” Ini adalah alasan utama mengapa hari Senin menjadi istimewa untuk berpuasa.

2. Amal Diangkat dan Diperiksa

Nah, ini alasan utama puasa di hari Kamis. Setiap hari, amal perbuatan kita dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid. Namun, pada hari Senin dan Kamis, catatan amal harian dan mingguan ini diperiksa dan dilaporkan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Amal perbuatan itu diperiksa tiap hari Senin dan Kamis, maka saya suka diperiksa amalku sedang saya berpuasa.” (HR. Turmudzi).

Bayangkan, saat “raport” amal kita diperiksa oleh Sang Pencipta, kita sedang dalam kondisi ibadah, ketaatan tertinggi, yaitu berpuasa. Tentu saja ini akan memberikan dampak positif pada penilaian amal kita. Semoga Allah melihat ketaatan kita saat itu dan menambahkan timbangan amal baik kita.

3. Berharap Ampunan Allah SWT

Selain amal diperiksa, hari Senin dan Kamis juga menjadi momen di mana Allah SWT berkenan memberikan ampunan kepada hamba-Nya. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal-amal itu dipersembahkan pada tiap Senin dan Kamis, maka Allah berkenan mengampuni setiap muslim atau setiap mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan.”

Subhanallah! Di hari-hari ini, pintu ampunan Allah dibuka lebar. Dengan berpuasa, kita menunjukkan kesungguhan kita untuk meraih ampunan tersebut. Namun, ada catatan penting: ampunan ini diberikan kepada setiap muslim atau mukmin, kecuali dua orang yang sedang bermusuhan. Ini menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan kedamaian antar sesama muslim. Jika ada permusuhan, ampunan Allah di hari itu bisa tertahan sampai keduanya berdamai. Pesan ini juga disampaikan dalam riwayat Ahmad, di mana Allah berfirman, “Tangguhkanlah keduanya,” maksudnya menunda ampunan bagi dua orang yang bermusuhan hingga mereka berbaikan.

4. Manfaat Kesehatan (Fasting Therapy)

Seperti yang disinggung UAS, puasa ternyata memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa, sejalan dengan konsep fasting therapy yang kini populer di dunia medis. Saat berpuasa, tubuh memiliki kesempatan untuk membersihkan diri dari racun (detoksifikasi), memperbaiki sel-sel yang rusak (autophagy), meningkatkan fungsi otak, dan menjaga berat badan ideal. Dengan rutin berpuasa Senin Kamis, kita memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan dan memungkinkan tubuh untuk melakukan regenerasi. Tentu saja, manfaat ini didapat jika puasa dijalankan dengan benar dan tidak berlebihan saat berbuka.

5. Melatih Kedisiplinan dan Kesabaran

Puasa adalah madrasah kehidupan. Dengan berpuasa Senin Kamis, kita secara rutin melatih diri untuk disiplin dalam menahan hawa nafsu, baik dari makan, minum, maupun dari perbuatan buruk. Kita juga belajar bersabar dalam menghadapi rasa lapar dan haus. Kedisiplinan dan kesabaran ini sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam ibadah maupun urusan duniawi.

6. Menumbuhkan Rasa Empati

Saat berpuasa, kita bisa merasakan sedikit apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang kurang beruntung, yang mungkin sering merasakan lapar karena kekurangan. Rasa lapar dan haus saat berpuasa bisa menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan, dan meningkatkan empati serta kepedulian kita terhadap fakir miskin. Ini bisa mendorong kita untuk lebih banyak bersedekah dan membantu sesama.

7. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Yang terpenting, Puasa Senin Kamis adalah amalan yang sangat dicintai dan rutin dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dengan mengerjakannya, kita berarti telah menghidupkan salah satu sunnah beliau. Mengikuti sunnah Nabi adalah bukti cinta kita kepada beliau dan merupakan jalan tercepat menuju cinta Allah SWT. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).

Untuk memahami lebih dalam tentang Puasa Senin Kamis dari sudut pandang UAS, yuk kita saksikan video beliau:



*Catatan: Ganti "contohvideouas" dengan ID video YouTube Ustadz Abdul Somad yang relevan.*


Itulah penjelasan singkat mengenai Puasa Senin Kamis, niat, tata cara, dan berbagai keutamaan serta manfaatnya berdasarkan penjelasan Ustadz Abdul Somad dan dalil-dalil dalam Islam. Sungguh amalan sunnah yang ringan namun memiliki ganjaran yang luar biasa, bukan?

Semoga kita semua diberikan kekuatan dan keistiqamahan untuk menjalankan Puasa Senin Kamis secara rutin. Dengan berpuasa, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tapi juga kesehatan, kedisiplinan, empati, dan yang terpenting, mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengikuti jejak kekasih-Nya, Rasulullah Muhammad SAW.

Yuk, mulai niatkan dari sekarang untuk berpuasa di hari Senin dan Kamis pekan depan!

Bagaimana menurut kamu tentang Puasa Senin Kamis ini? Apakah kamu punya pengalaman atau manfaat lain yang dirasakan saat rutin menjalankannya? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar ya!

Posting Komentar