Ayam Mania! Ini Dia 5 Negara yang Paling Doyan Makan Ayam

Table of Contents

Jadi salah satu bahan makanan paling populer di dunia, ternyata daging ayam paling banyak dikonsumsi di lima negara ini. Daging ayam sejak lama menjadi pilihan utama dalam konsumsi protein hewani di berbagai belahan dunia. Ketersediaannya yang luas dan harganya yang relatif terjangkau membuatnya mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Fleksibilitasnya dalam diolah menjadi aneka resep dan teknik memasak juga menjadi daya tarik utama.

Dari ayam goreng tepung yang krispi, steak ayam yang juicy, ayam panggang yang beraroma, hingga isian pangsit ayam yang gurih, olahan ayam selalu hadir dalam berbagai budaya kuliner di dunia. Keberadaannya dalam masakan sehari-hari hingga hidangan pesta menjadikannya primadona di meja makan. Selain kelezatan dan kemudahannya, nilai gizi daging ayam juga tak bisa diremehkan.

Meskipun kandungan protein ayam sedikit lebih rendah dibandingkan daging merah, keunggulannya terletak pada kandungan lemak jenuh yang lebih sedikit, menjadikannya sumber protein yang dianggap lebih sehat. Ayam juga kaya akan asam amino esensial yang penting untuk tubuh. Tak hanya itu, daging ayam juga mengandung berbagai mikronutrien penting seperti zat besi yang membantu pembentukan sel darah, kalium untuk menjaga keseimbangan cairan, dan zinc (seng) untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.

Berbagai kelebihan ini membuat daging ayam kini menjadi bahan makanan pokok dalam pola makan banyak orang di berbagai negara. Data global menunjukkan peningkatan konsumsi ayam yang signifikan dari waktu ke waktu. Data dari Poultry World, misalnya, mencatat bahwa konsumsi ayam global pada tahun 2021 mencapai angka fantastis, yaitu sekitar 120 juta ton. Angka ini diperkirakan akan melonjak drastis hingga 180 juta ton pada tahun 2050, seiring dengan pertumbuhan populasi dunia dan peningkatan permintaan akan protein hewani.

Peningkatan ini juga didorong oleh urbanisasi dan perubahan gaya hidup yang menuntut kemudahan dan kecepatan dalam penyajian makanan. Industri unggas modern juga berperan besar dalam memastikan pasokan ayam yang stabil dan terjangkau. Inovasi dalam peternakan dan pengolahan membuat ayam semakin mudah didapatkan dalam berbagai bentuk, siap diolah menjadi hidangan apa saja.

Lantas, di antara miliaran penduduk dunia yang doyan makan ayam, negara mana saja yang menduduki peringkat teratas dalam hal konsumsi daging ayam? Berdasarkan data World Population Review 2022, berikut lima negara dengan konsumsi ayam tertinggi di dunia. Angka-angka ini menunjukkan betapa pentingnya peran ayam dalam diet nasional mereka.

1. China (24.436 kiloton)

Ayam Kung Pao khas China

Sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia, tidak mengherankan jika China menempati urutan pertama dalam daftar negara pengonsumsi daging ayam terbanyak. Total konsumsi daging ayam di negara tirai bambu ini mencapai angka luar biasa, yaitu sebesar 24.436 kiloton per tahun. Angka ini mencerminkan skala konsumsi yang masif di seluruh wilayah China, dari kota metropolitan hingga pedesaan terpencil.

Daging ayam di China tidak hanya sekadar bahan makanan sehari-hari, tetapi juga memiliki makna simbolis yang mendalam dalam budaya setempat. Dalam tradisi kuliner China, terutama pada perayaan penting seperti Tahun Baru Imlek atau acara keluarga besar, penyajian daging ayam utuh, lengkap dengan kepala dan kakinya, adalah hal yang umum. Hidangan ini melambangkan kekuatan, kesatuan keluarga, serta harapan akan kesejahteraan dan kemakmuran di masa depan. Ini menunjukkan betapa eratnya hubungan ayam dengan aspek budaya dan sosial masyarakat China.

Warga China juga dikenal sangat efisien dalam memanfaatkan seluruh bagian ayam, tanpa ada yang terbuang sia-sia. Mulai dari daging dada, paha, sayap, hingga bagian yang mungkin dianggap kurang lazim di negara lain, seperti kepala dan ceker ayam, semuanya diolah menjadi hidangan lezat. Ceker ayam, misalnya, sering diolah menjadi sup atau dim sum yang populer. Kepala ayam juga kadang diolah menjadi hidangan ringan.

Berbagai sajian khas China menjadikan ayam sebagai bintang utama. Ayam kung pao, dengan paduan rasa manis, asam, dan pedas, adalah salah satu contohnya yang sangat terkenal di seluruh dunia. Ayam goreng ala Sichuan, dengan bumbu mala yang menggigit lidah, juga menjadi favorit banyak orang. Selain itu, ada juga hidangan seperti ayam kukus jahe, ayam Hainan, dan berbagai jenis sup ayam herbal yang dipercaya memiliki khasiat kesehatan.

Popularitas ayam di China juga didorong oleh harganya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan daging merah seperti sapi atau babi, meskipun konsumsi babi juga sangat tinggi di sana. Dengan populasi sebesar itu, ketersediaan protein hewani yang ekonomis menjadi sangat penting. Industri peternakan ayam di China pun berkembang pesat untuk memenuhi permintaan domestik yang sangat tinggi, menjadikannya salah satu pusat produksi ayam terbesar di dunia.

2. Amerika Serikat (18.111 kiloton)

Ayam goreng cepat saji ala Amerika

Di posisi kedua, hadir negara adidaya, Amerika Serikat, dengan catatan konsumsi ayam sebesar 18.111 kiloton per tahun. Di Negeri Paman Sam, ayam telah lama menjadi jenis daging yang paling banyak dikonsumsi, bahkan mengungguli daging sapi yang identik dengan budaya steak dan barbecue Amerika. Pergeseran preferensi ini terjadi seiring waktu, didorong oleh beberapa faktor kunci.

Salah satu faktor utama adalah budaya makanan cepat saji yang sangat kuat di Amerika Serikat. Hidangan berbasis ayam seperti chicken nuggets pedas, sayap ayam dengan berbagai pilihan saus BBQ, buffalo wings, dan fried chicken ikonik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap kuliner Amerika. Restoran franchise besar seperti KFC (Kentucky Fried Chicken) dan Chick-fil-A, menjadikan daging ayam sebagai menu utama mereka dan memiliki basis pelanggan yang sangat loyal. Keberadaan gerai makanan cepat saji ini di setiap sudut kota membuat akses terhadap hidangan ayam menjadi sangat mudah.

Selain versi gorengan yang populer, masyarakat Amerika juga semakin menyadari pentingnya pola makan sehat. Hal ini mendorong berkembangnya menu ayam yang lebih sehat di berbagai restoran dan rumah tangga. Dada ayam panggang (grilled chicken breast) sering menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari protein tanpa lemak. Salad ayam, ayam kukus dengan sayuran, atau ayam bakar bumbu herbal juga semakin diminai sebagai alternatif yang lebih ringan.

Faktor ekonomi juga berperan dalam tingginya konsumsi ayam di Amerika. Kenaikan harga daging sapi dan daging merah lainnya dalam beberapa dekade terakhir turut mendorong masyarakat Amerika beralih ke ayam sebagai sumber protein yang lebih ekonomis. Harga ayam per pon biasanya lebih murah dibandingkan daging sapi, menjadikannya pilihan yang lebih ramah di kantong bagi banyak keluarga.

Fleksibilitas ayam dalam pengolahan juga sangat sesuai dengan gaya hidup modern masyarakat Amerika yang serba cepat. Ayam bisa dimasak dengan cepat, diolah menjadi berbagai hidangan mulai dari sup, salad, sandwich, hingga hidangan utama yang lebih kompleks. Ketersediaan produk ayam dalam berbagai bentuk, seperti fillet siap masak, ayam utuh, atau bagian-bagian ayam terpisah, semakin mempermudah konsumen untuk mengolahnya sesuai kebutuhan.

3. Brasil (10.131 kiloton)

Makanan kaki lima Coxinha Brasil

Negara di Amerika Selatan yang terkenal dengan sepak bola dan tari sambanya, Brasil, menduduki posisi ketiga dalam daftar negara pengonsumsi ayam terbanyak. Total konsumsi daging ayam di Brasil mencapai 10.131 kiloton per tahun. Uniknya, Brasil tidak hanya mengonsumsi daging ayam dalam jumlah besar untuk kebutuhan domestiknya, tetapi negara ini juga merupakan salah satu eksportir ayam terbesar di dunia.

Brasil memainkan peran kunci dalam pasar unggas global, memasok daging ayam berkualitas tinggi ke berbagai pasar utama di seluruh dunia, termasuk China dan negara-negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi. Industri peternakan ayam di Brasil sangat maju, dengan skala produksi yang masif dan efisiensi yang tinggi, menjadikannya pemain dominan dalam perdagangan ayam internasional.

Di dalam negeri sendiri, ayam merupakan bahan utama dalam banyak masakan tradisional Brasil yang kaya rasa. Salah satu contohnya adalah tempero baiano, hidangan ayam yang dibumbui dengan rempah-rempah khas wilayah Bahia, menciptakan cita rasa yang unik dan aromatik. Ada juga galinhada mineira, yaitu nasi ayam yang dimasak bersama sayuran dan bumbu khas dari negara bagian Minas Gerais, seringkali dianggap sebagai hidangan yang menghangatkan dan mengenyangkan.

Lonjakan konsumsi ayam di Brasil juga dipengaruhi oleh perkembangan pesat industri makanan cepat saji di negara tersebut. Restoran cepat saji yang menawarkan menu ayam goreng atau panggang semakin menjamur, terutama di perkotaan besar. Selain itu, perubahan gaya hidup masyarakat urban yang memiliki waktu terbatas untuk memasak juga berkontribusi pada meningkatnya permintaan akan hidangan ayam yang praktis.

Makanan kaki lima berbasis ayam juga menjadi pilihan populer di berbagai sudut kota Brasil. Salah satu street food yang sangat ikonik dan digemari adalah coxinha. Coxinha adalah sejenis kroket berbentuk paha ayam yang terbuat dari adonan tepung terigu berisi daging ayam suwir yang dibumbui, kemudian digoreng hingga kuning keemasan. Rasanya gurih dan teksturnya renyah di luar lembut di dalam, menjadikannya camilan favorit. Selain itu, caldo de mandioquinha, sup kental yang terbuat dari parsnip dan ayam, juga sering menjadi pilihan untuk menghangatkan badan.

4. Rusia (Sekitar 9.500 kiloton)

Sajian Ayam Panggang ala Rusia

Bergerak ke Eropa Timur, Rusia masuk dalam daftar negara-negara dengan konsumsi daging ayam yang sangat tinggi. Berdasarkan perkiraan data tahun 2022, konsumsi ayam di Rusia berada di kisaran 9.500 kiloton, menempatkannya di jajaran atas pengonsumsi unggas dunia. Seperti di banyak negara lain, ayam telah menjadi sumber protein hewani yang sangat penting dan merata di seluruh negeri beruang merah ini.

Popularitas ayam di Rusia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dari sisi ekonomi, harga daging ayam cenderung lebih stabil dan terjangkau dibandingkan daging merah seperti sapi atau domba, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis bagi banyak keluarga Rusia. Ketersediaannya yang melimpah di pasar dan supermarket juga mempermudah masyarakat untuk memasukkannya ke dalam menu harian mereka. Industri peternakan unggas di Rusia telah berkembang pesat pasca era Uni Soviet, berinvestasi besar-besaran dalam modernisasi untuk memenuhi permintaan domestik.

Dari sisi kuliner, ayam juga memiliki tempat tersendiri dalam masakan Rusia, meskipun hidangan tradisional Rusia lebih sering menampilkan daging babi, sapi, atau ikan. Namun, adaptasi modern dan globalisasi kuliner telah membawa ayam menjadi bahan yang sangat umum. Salah satu hidangan ayam yang cukup dikenal adalah chicken tabaka atau tsyplyonok tabaka, yaitu ayam utuh yang dipipihkan dan digoreng di wajan khusus (atau diberi beban) hingga renyah. Hidangan ini berasal dari negara tetangga Georgia, tetapi sangat populer di Rusia.

Sup ayam bening (kurinyy bul’on) sering disajikan sebagai hidangan pembuka atau untuk orang yang sedang sakit. Ayam juga digunakan dalam isian untuk pelmeni (pangsit Rusia) atau pirozhki (roti isi). Ayam panggang utuh, seringkali dibumbui sederhana dengan garam, merica, dan bawang putih, adalah hidangan rumahan yang sangat populer untuk makan malam keluarga atau acara kumpul-kumpul.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren makanan cepat saji yang menawarkan menu ayam juga mulai berkembang di Rusia, terutama di kota-kota besar seperti Moskow dan Saint Petersburg. Meskipun belum sebesar dominasi di Amerika Serikat, kehadiran gerai-gerai ini turut meningkatkan aksesibilitas dan variasi hidangan ayam. Kombinasi antara harga yang terjangkau, ketersediaan yang luas, dan fleksibilitas dalam pengolahan membuat ayam tetap menjadi pilihan protein favorit di Rusia.

5. Meksiko (Sekitar 8.500 kiloton)

Taco Ayam khas Meksiko

Negara yang kaya akan warisan kuliner pedas dan penuh warna ini, Meksiko, juga menunjukkan angka konsumsi ayam yang sangat tinggi. Dengan perkiraan konsumsi sekitar 8.500 kiloton per tahun berdasarkan data tahun 2022, Meksiko melengkapi daftar lima besar negara pengonsumsi ayam terbanyak di dunia. Daging ayam memiliki peran sentral dalam banyak hidangan ikonik Meksiko, baik yang tradisional maupun modern.

Dalam masakan Meksiko, ayam sering menjadi bahan utama dalam taco, burrito, enchilada, quesadilla, dan berbagai jenis antojitos (makanan ringan). Ayam panggang, ayam rebus, atau ayam suwir yang dibumbui dengan rempah khas Meksiko seperti cabai chipotle, cumin, oregano, dan paprika memberikan cita rasa yang kaya dan kompleks pada hidangan-hidangan ini. Ayam seringkali dimasak dalam saus mole yang legendaris, perpaduan cokelat, cabai, dan rempah lainnya yang menciptakan saus yang dalam dan penuh aroma.

Salah satu hidangan ayam Meksiko yang paling terkenal secara internasional adalah pollo asado, ayam panggang yang dibumbui marinasi jeruk dan rempah, kemudian dibakar hingga matang dan berasap. Hidangan ini sering dijual di pinggir jalan atau restoran kasual, menjadi favorit banyak orang karena rasanya yang segar dan gurih. Selain itu, sup ayam (sopa de pollo) juga merupakan hidangan rumahan yang umum dan dianggap sebagai pengobat flu tradisional.

Sama seperti di negara lain dalam daftar ini, konsumsi ayam yang tinggi di Meksiko didorong oleh kombinasi faktor ekonomi dan budaya. Ayam relatif lebih terjangkau dibandingkan daging sapi, menjadikannya pilihan protein yang dapat diakses oleh sebagian besar penduduk Meksiko. Ketersediaan ayam juga sangat baik di seluruh negeri, didukung oleh industri peternakan domestik yang signifikan.

Budaya kuliner Meksiko yang menekankan penggunaan bahan-bahan segar dan bumbu yang kuat sangat cocok dengan karakteristik daging ayam yang mudah menyerap rasa. Fleksibilitas ayam untuk digunakan dalam berbagai metode memasak, dari direbus, dipanggang, digoreng, hingga disuwir, membuatnya menjadi bahan yang sangat serbaguna di dapur Meksiko. Baik dalam hidangan street food yang cepat saji maupun hidangan keluarga yang dimasak perlahan, ayam memiliki posisi yang tak tergantikan dalam kelezatan masakan Meksiko.


Popularitas daging ayam di seluruh dunia memang luar biasa. Lima negara di atas hanya sebagian kecil dari bukti betapa ayam telah menjadi bagian integral dari pola makan global. Dari hidangan rumahan sederhana hingga kreasi kuliner yang kompleks, ayam terus menawarkan solusi protein yang lezat, terjangkau, dan serbaguna bagi miliaran orang. Dengan proyeksi peningkatan konsumsi di masa depan, peran ayam dalam memenuhi kebutuhan pangan dunia akan semakin penting.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk Ayam Mania? Hidangan ayam apa yang paling Anda sukai? Bagikan pendapat dan resep ayam favorit Anda di kolom komentar!

Posting Komentar