Catat! Puasa Tasu’a 5 Juli 2025: Niat, Dalil, dan Keutamaannya
Bulan Muharram itu istimewa banget buat umat Islam. Gimana enggak, bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Keistimewaan ini membuat Muharram jadi momen yang pas banget buat kita mendekatkan diri dan menambah pundi-pundi pahala.
Keutamaan Bulan Muharram¶
Status istimewa Muharram ini langsung dijelaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surat At Taubah ayat 36:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu” (QS At Taubah [9]: 36).
Ayat ini menegaskan bahwa Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab) yang punya kedudukan mulia di sisi Allah. Beribadah di bulan-bulan ini pahalanya dilipatgandakan, tapi kezaliman atau dosa juga lebih berat hukumannya.
Anjuran Istimewa: Berpuasa di Bulan Muharram¶
Karena kemuliaan bulan ini, umat Islam dianjurkan banget buat memperbanyak ibadah sunnah, salah satunya puasa. Puasa di bulan Muharram punya keutamaan yang luar biasa, bahkan disebut sebagai puasa terbaik setelah puasa Ramadhan.
Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam (HR Muslim).
Hadits ini jelas menunjukkan betapa istimewanya puasa di bulan Muharram. Ini adalah kesempatan emas buat kita meraih pahala sunnah yang besar setelah menunaikan puasa wajib di bulan Ramadhan.
Mengenal Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram¶
Ada beberapa pilihan puasa sunnah yang bisa kamu lakukan di bulan Muharram. Kamu bisa puasa sebulan penuh, ini namanya puasa sunnah muthlak, yang boleh dilakukan kapan saja di bulan Muharram selama bukan hari yang dilarang puasa.
Namun, ada tanggal-tanggal spesifik di bulan Muharram yang sangat dianjurkan untuk berpuasa, yaitu:
* Tanggal 9 Muharram, dikenal dengan Puasa Tasu’a.
* Tanggal 10 Muharram, dikenal dengan Puasa Asyura.
* Tanggal 11 Muharram.
Puasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram secara berurutan adalah kombinasi yang paling utama. Namun, berpuasa di tanggal 9 dan 10, atau 10 dan 11 juga sudah sangat dianjurkan.
Nah, buat kamu yang sudah siap-siap menyambut bulan Muharram di tahun 2025, catat tanggal penting ini: 9 Muharram 1447 H akan bertepatan dengan hari Sabtu, 5 Juli 2025. Jadi, Puasa Tasu’a tahun 2025 jatuh pada tanggal 5 Juli 2025.
Berikut perkiraan tanggal penting puasa sunnah Muharram 2025:
| Tanggal Masehi (2025) | Tanggal Hijriah (1447 H) | Jenis Puasa Sunnah |
|---|---|---|
| Sabtu, 5 Juli | 9 Muharram | Puasa Tasu’a |
| Minggu, 6 Juli | 10 Muharram | Puasa Asyura |
| Senin, 7 Juli | 11 Muharram | Puasa 11 Muharram |
Perkiraan tanggal Hijriah bisa sedikit berbeda tergantung hasil rukyatul hilal.
Alasan Khusus: Membedakan Diri¶
Ada hikmah kenapa kita dianjurkan puasa di tanggal 9 dan/atau 11 Muharram, selain puasa di tanggal 10 (Asyura). Ini karena puasa Tasu’a (tanggal 9) dan puasa tanggal 11 Muharram berfungsi sebagai pembeda amalan kita dengan puasanya umat Yahudi yang pada masa Rasulullah SAW hanya berpuasa di tanggal 10 Muharram saja untuk memperingati penyelamatan Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.
Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memiliki ciri khas dalam beribadah dan membedakan diri dari kaum selain Muslim dalam urusan agama. Sebagaimana sabda beliau:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ. (رواه أحمد)
Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullah bersabda), puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya (HR Ahmad).
Hadits ini menjadi dalil kuat anjuran puasa Tasu’a (sehari sebelum Asyura) atau puasa tanggal 11 Muharram (sehari setelah Asyura). Melaksanakan keduanya (tanggal 9, 10, dan 11) tentu lebih baik lagi untuk memastikan perbedaan dan meraih pahala maksimal.
Panduan Lengkap: Niat Puasa Tasu’a (9 Muharram)¶
Setiap ibadah sunnah, termasuk puasa Tasu’a, harus dimulai dengan niat. Niat ini adalah kunci diterimanya amalan kita. Kamu bisa melafalkan niat puasa Tasu’a di malam hari sebelum fajar menyingsing, atau bahkan di pagi harinya asalkan kamu belum makan, minum, atau melakukan hal lain yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai sebelum waktu zawal (matahari tergelincir ke barat).
Berikut lafal niat puasa Tasu’a:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاءِ لِلَّهِ تَعَالَى
Transliterasi: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tâsû‘â’i lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah swt.
Lafal niat ini dibaca jika kamu niat di malam hari. Jika niatnya di pagi hari (sebelum zawal dan belum batal puasa), tinggal sedikit diubah redaksinya dari “ghadin” (esok hari) menjadi “hâdzal yaumi” (hari ini).
Panduan Lengkap: Niat Puasa Asyura (10 Muharram)¶
Selain puasa Tasu’a, jangan lewatkan juga puasa Asyura di tanggal 10 Muharram yang keutamaannya tak kalah hebat. Bahkan, ada hadits lain yang menyebutkan puasa Asyura bisa menghapus dosa setahun yang lalu (meskipun hadits tentang puasa Muharram sebagai puasa terbaik setelah Ramadhan mencakup semua puasa di bulan Muharram, termasuk Asyura).
Berikut lafal niat puasa Asyura:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلَّهِ تَعَالَى
Transliterasi: Nawaitu shauma ‘Âsyûrâ-a lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ.
Sama seperti puasa Tasu’a, niat puasa Asyura ini bisa dibaca di malam hari atau di pagi hari sebelum waktu zawal dengan syarat-syarat tertentu.
Catatan Penting Soal Niat¶
Niat ini disunnahkan diucapkan secara lisan (sirr atau Jahr) dan juga ditetapkan dalam hati. Seperti penjelasan dari kitab Fathul Mu’in karya Syekh Zainuddin Al-Malibari (juz II, halaman 223), niat puasa sunnah memang punya kelonggaran waktu, bisa dari malam hingga siang hari sebelum zawal.
Menariknya, dalam konteks niat puasa sunnah Tasu’a ini, para ulama ada sedikit perbedaan pendapat soal ta‘yin (penyebutan nama ibadahnya). Sebagian ulama berpendapat bahwa saat niat di dalam hati, kita harus secara spesifik meniatkan ‘puasa sunnah Tasu’a’. Namun, ada juga sebagian ulama lain yang menyatakan bahwa tidak wajib ta‘yin sejelas itu, cukup niat puasa sunnah Muharram secara umum saja sudah sah, apalagi jika dilakukan di tanggal 9 Muharram yang memang dianjurkan. Namun, demi kesempurnaan dan kehati-hatian, lebih baik memang meniatkan secara spesifik ‘puasa sunnah Tasu’a’ atau ‘puasa sunnah Asyura’.
Semoga penjelasan ini bikin kamu makin semangat menyambut bulan Muharram dan menjalankan ibadah puasa sunnah di dalamnya, terutama Puasa Tasu’a dan Asyura. Jangan lupa catat tanggalnya, ya!
Gimana, sudah siap menyambut kemuliaan bulan Muharram dan berpuasa di tanggal 5 Juli 2025 nanti? Atau ada pengalaman puasa Muharram yang mau kamu share? Yuk, ramaikan kolom komentar di bawah!
Posting Komentar